Pembunuh Bayi Ini Menangis di Vonis Hakim 5 Tahun Penjara

0
129
Pembunuh Bayi Ini Menangis di Vonis Hakim 5 Tahun Penjara
Pembunuh Bayi Ini Menangis di Vonis Hakim 5 Tahun Penjara

DUTAMEDAN.COM – PN MEDAN, Masih ingatkah dengan Dewi Purnama Sari (28), pelaku pembunuhan bayi yang baru saja dilahirkannya di Perumahan Malibu Indah Raya, Medan Polonia pada bulan Maret 2019 lalu? Akhirnya divonis 5 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim, Richard Silalahi di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (4/11/2019).

Dari keterangan terdakwa, ia terpaksa melakukan pembunuhan tersebut dikarenakan takut bayi hasil hubungan gelapnya diketahui oleh majikannya. Dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice V Sinaga, Majelis Hakim yang di Ketuai Richard Silalahi dalam amar putusannya mengatakan perbuatan terdakwa Dewi Purnama Sari terbukti bersalah melanggar Pasal 342 KUHPidana. “Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama 5 tahun penjara,” tegasnya.

Menurut Majelis Hakim, pelaku divonis 5 tahun penjara dikarenakan terdakwa kerap berbelit-belit memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannnya persidangan. “Sedangkan hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya,” ucap Majelis Hakim.

Usai pembacaan putusan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada JPU dan terdakwa maupun penasihat hukumnya untuk melakukan banding ke PT Medan. “Kalau ingin mengajukan banding atas putusan ini, kami berikan waktu 7 hari ya,” tandas Majelis Hakim.

Pantauan awak media, terlihat terdakwa menundukkan kepalanya sambil meneteskan air mata. Begitu juga, usai menjalani sidang, terdakwa berlalu menuju ruang tahanan sementara PN Medan sambil meneteskan airmata.

Diberitakan sebelumnya, Dewi Purnama Sari (28) warga Tulung Mili Indah, Kotabumi, Lampung Utara terpaksa ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Baru. Terdakwa nekat membunuh dikarenakan takut bayi yang dilahirkannya diketahui oleh majikannya. Gelap mata, terdakwa pun membunuh bayi yang baru dilahirkannya dan membuangnya ke tong sampah di Perumahan Malibu Indah Raya, Medan Polonia pada bulan Maret 2019 lalu. (LN/rom)

Advertisements