“Pangompoion” dan Peletakan “Batu Ojahan” di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos

0
288
"Pangompoion" dan Peletakan "Batu Ojahan" di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos

DUTAMEDAN.COM – SIANTAR, Pesta “Pangompoion” gereja Huria Kristen Indonesia Protestan (HKIP) jemaat Agape di jalan Pisang sangat meriah dan sukses, Minggu (6/10/2019).

Acara yang diawali dengan meletakan batu “Ojahan Huria” yang terbuat dari bahan sentenlis berbentuk kotak diletakkan dilantai mimbar gereja. Batu  “Ojahan Huria” ini berisi Alkitab, sejarah gereja, agenda, almanak, hukum siasat gereja dan nama-nama tokoh-tokoh gereja HKIP, serta nama-nama jemaat di HKIP Agape yang telah meninggal.

Ibadah dipimpin Sekjen HKIP Pdt. Parlin Simangunsong, M.Div, dan kotbah disampaikan Pdt Marlan Pardede, SPd, MTh, Bishop HKIP.

Pdt Marlan Pardede dalam kotbahnya mengatakan, marilah orang-orang kristen menjadi pelaku firman Tuhan, dan pemberita firman Tuhan.

“Kita harus bisa menjadi pelaku firman, mengajari umat Tuhan agar senantiasa berdoa dan berpengharapan pada Kristus. Tentunya, untuk melaksanakan firman itu  kita harus memiliki Iman yang berkualitas,’kata Pdt. Marlan Pardede yang mengambil nats Alkitab dari Lukas 20:21-31.

Bishop HKIP itu juga menyoroti pengunaan media sosial untuk hal-hal yang positif, bukan cendrung untuk bergosip.

"Pangompoion"  dan Peletakan "Batu Ojahan" di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos
Bishop Pdt. Marlan Pardede, Sekjen Pdt.Parlin Pardede, Pdt. Sondang Simamora menopang tangan di “Batu Ojahan”.

“Banyak kita membuat status difacebook nampak tidak lagi sebagai seorang kristen, tapi kita kadang membuat status yang tidak sesuai firman Tuhan, dan tidak lagi membuat status memberkati dan mendoakan. Marilah kita memberkati orang lain dengan status kita, karena pa ayang keluar dari mulut kita adalah firman yang bertumbuh. Jangan gunakan medsos untuk mengosip yah!,”ujar Pdt. Marlan Pardede disambut tawa kecil jemaat, seolah kotbah itu telah sampai kepada jemaat yang mendengarnya,dan berpesan agar jemaat beramai-ramai membawa anak-anaknya dan saudaranya untuk mengikut kristus, dan beribadah ke gereja.

“Itulah sebabnya kita percaya, meletakan batu ojahan  hari ini adalah bentuk ketaatan kita kepada Yesus, dan melalui peletakan batu ojahan ini kita lebih teguh beribadah kepada Kristus,”ungkapnya.

Baca Juga:  Satgas TNI AD Berikan Pakaian Layak Pakai Kepada Warga di Pedalaman Papua

Pdt. Sondang Simamora, STh sebagai pendeta resort yang melayani di HKIP Jemaat HKIP menyampaikan, agar melalui Pangompoion dan meletakan batu ojahan menjadi momen sejarah yang sangat berharga bagi jemaat.

"Pangompoion"  dan Peletakan "Batu Ojahan" di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos
“Pangompoion” dan Peletakan “Batu Ojahan” di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos

“Inilah adalah sejarah yang sangat berharga bagi kita semua, karena itu jemaat HKIP Agape kami harapkan lebih bersemangat lagi beribadah kepada Yesus, baik digereja ini, dirumah dan dimanapun melaksanakan tugas. 

Semua yang terjadi digereja kita ini telah dituliskan, mulai pembentukan atau pendirian gereja HKIP, dan siapa saja tokoh dan jemaat yang bersemangat membangun gereja ini semua menjadi satu di “Batu Ojahan”. Karena itu marilah kita taat pada Tuhan, semua indah pada waktunya,”kata putri almarhum Pdt. Masudin Simamora, MTh.

"Pangompoion"  dan Peletakan "Batu Ojahan" di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos
“Pangompoion” dan Peletakan “Batu Ojahan” di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos

Ketua Panitia pesta Pangompoion St.O.Situmorang menjelaskan, anggota jemaat gereja  HKIP Agape saat ini 250 kepala keluarga lebih.

“Puji syukur bahwa gereja ini dipakai untuk beribadah sejak 2 Juli 1995, sampai saat ini jemaat terus bertambah, ini semua berkat Tuhan Yesus Kristus,”kata St.O. Situmorang, bahwa peletakan batu pertama  pada 4 April 1994.

St.O.Situmorang juga mengingatkan agar kita mendoakan guru huriah HKIP Agape St. Halomoan Silaen yang telah dipanggil Tuhan.

"Pangompoion"  dan Peletakan "Batu Ojahan" di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos
“Pangompoion” dan Peletakan “Batu Ojahan” di HKIP Agape Meriah, Bishop Singgung Pengunaan Medsos

“Sebenarnya saat ini kita bersedih, karena uluan kita (kepala jemaat/=guru huriah) terlebih dahulu meninggalkan kita, seharusnya dia hadir saat ini bersama kita Mangompoi dan meletakan batu ojahan digereja HKIP Agape yang kita cintai. Mari kita sama-sama mendoakan tokoh pendiri gereja kita ini,”ungkap St. O. Situmorang sambil mennyeka air matanya.

Pantauan lintaspublik.com, para tokoh pendiri gereja, motivator dan para pendeta yang melayani di jemaat HKIP Agape mendapat cendramata. Demikian juga terlihat para jemaat HKIP Agape manortor bersama dengan tamu undangan.

Baca Juga:  Silaturahmi Ke Pabrik Beras PT Jawa Dwipa, Dandim Ajak Pengusaha Beras Ikut Jaga Stabilitas Harga
Advertisements