Gapura Stand Pemko Medan Ambruk di acara TTG XIX Labusel

0
306

DUTAMEDAN.COM – Gapura stand Pemko Kota Medan roboh diterjang angin di Jambore teknologi tepat guna (TTG) XIX dan Peringatan bulan bhakti gotong royong masyarakat (BBGRM) XV dan Pencanangan Desa Binaan Bangun Desa Mandiri Terpadu (BAMGDES MADU) tingkat propinsi Sumut, di Lapangan SBBK Kotapinang, Kabupaten labuhanbatu Selatan, Sumatra Utara, Kamis (5/9/2019).

Gapura stand Pemko Medan bermotifkan miniatur rumah Tjong A Fie. Posisinya sebelah kanan podium dan lapangan lokasi acara. Tepat bersebelahan dengan Stan Pemko Padangsidimpuan dan stand Pemkab Toba Samosir.

Arsitektur gapura yang terbuat dari material bahan-bahan ringan itu, seakan tak mampu menahan terpaan angin yang cukup kencang menghantam kawasan Labusel dan Kotapinang pada khususnya.

Mendung yang membawa angin kencang, awalnya menyebabkan konstruksi gapura itu miring. Namun karena angin terus berhembus, memaksa fisik gapura itu menjadi rewot. Insiden itu mengundang perhatian warga. Bahkan, ratusan anak didik dari sejumlah sekolah di Labusel juga riuh menyaksikan kejadian itu.

Alhasil, tak ingin berdampak negatif terhadap warga, pihak personel Satuan Polisi Pamong Praja Setdakab Labusel mengimbau pengunjung menjaga jarak dari gapura tersebut.

Terlihat, pihak staf Pemko Medan juga menahan sejumlah tiang gapura itu. Dan sejumlah staf lainnya membongkar sejumlah benda-benda berharga yang tergantung di konstruksi gapura tersebut.

Tak berselang lama, hembusan angin yang relatif kencang tak memberi gapura itu untuk bertahan lama berdiri memamerkan miniatur rumah kapitan yang berasal dari Tiongkok dan sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatra itu.

Konstruksi bangunan beratap genteng merah dan berjendela warna kuning hijau itu, roboh dan tumbang rata dengan tanah.

Salah seorang staf stand Pemko Medan, Reza mengaku gapura stand itu terbuat dari bahan ringan styrofoam. Panjang sekira 3,5 meter dengan ketinggian 6 meter.

“Ini stand Dinas Pemberdayaan Perempuan Pemko Medan. Jangka waktu pembuatan gapura membutuhkan waktu dua hari pengerjaan,” katanya.

Mereka pun terpaksa membongkar puing-puing sisa gapura yang roboh tersebut.

Advertisements