Pelataran Parkir Gelanggang Remaja Diduga Jadi Ajang Bisnis

0
266
Pelataran Parkir Gelanggang Remaja Diduga Jadi Ajang Bisnis
Pelataran Parkir Gelanggang Remaja Diduga Jadi Ajang Bisnis

DUTAMEDAN.COM – Pelataran parkir Gedung Gelanggang Remaja milik Pemko Medan Jalan Sutomo diduga dikomersilkan (disewakan) kepada pihak ketiga yang merupakan pelaku usaha, dan sekarang telah disulap menjadi Warung Kopi (Warkop) dan Warung Nasi.

Amatan wartawan, Kamis (01/08/2019), pelataran parkir yang berada di sebelah kiri gedung Gelanggang Remaja ini telah berjejer bangunan warung kopi dan warung nasi.

Berdasarkan penelusuran di lokasi, ternyata mereka menyewa lahan pelataran parkir tersebut kepada pihak PD Pembangunan Kota Medan.

Ketika disambangi ke Kantor PD Pembangunan Kota Medan, salah seorang pegawai mengatakan, bahwa yang menanggani sewa lahan itu semua berurusan kepada Manager Kolam Renang Deli, Syaiful Alam.

Syaiful Alam ketika dikonfirmasi menyatakan, bahwa lahan parkir itu telah disewa kepada pelaku usaha warkop dan warung nasi. “Memang kita yang menyewakan lahan parkir itu kepada orang pedagang warkop dan warung nasi”, ujar Syaipul Alam.

Syaipul Alam juga menyatakan, mengenai sistem sewa lahan parkir tersebut. “Kita hanya menyediakan lahan saja, dan mengenai bangunan mereka sendiri yang membangunnya,” kata Syaiful.

Menurut Syaiful Alam, bahwa lahan itu disewa permeter, dan harga sewa lahan Rp. 25 ribu permeternya, dan dikalikan seberapa luas ukuran lahan yang akan dipergunakan untuk membangun warungnya. “Dan untuk listrik mereka memakai token, yang mereka masukkan dengan sendirinya, mereka juga wajib membayar Retribusi Kebersihan, serta jaga malam”, ucapnya.

Kemudian ketika disinggung mengenai “pendapatan dari hasil sewa lahan, kebersihan dan jaga malam”, Syaiful Alam mengatakan semuanya disetor ke Kas Keuangan PD Pembangunan Kota Medan.

Sementara, Direktur Utama PD Pembangunan Kota Medan Putrama Alkhairi ketika dikonfimasi awak media, apakah mengetahui terkait diduga pelataran parkir Gelanggang Remaja telah dikomersikan (disewakan) kepada pihak ketiga untuk membuka usaha warung kopi (warkop) dan warung nasi, Dirut menyatakan, tanya aja sama Manager Kolam Renang.

Baca Juga:  Ilmuwan Prediksi Virus Corona Akan Renggut Hingga 200 Ribu Nyawa di AS

Kemudian saat ditanyakan terkait sewa lahan, jaga malam serta retrebusi kebersihan apakah itu masuk ke Kas PD Pembangunan Kota Medan atau PAD Pemko Medan, Putrama menyatakan, “Oh kalau itu saya tidak tahu.”

“Coba tanya manager kolam renangnya saja,” ucap Direktur Utama PD Pembangunan Kota Medan sambil menghindar dan berlalu dari awak media, Rabu (31/07/2019).

Pemerhati Kota Medan, B Manik, S.Ag mengatakan, berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahan Daerah disebutkan bahwa perusahan daerah bertujuan untuk turut serta melaksanakan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan ekonomi nasional umumnya dalam rangka ekonomi terpimpin untuk memenuhi kebutuhan rakyat dengan mengutamakan industrialisasi dan ketentraman serta kesenangan kerja dalam perusahaan, menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Dia sangat menyayangkan tindakan Pemko Medan yang sama sekali tidak memperdulikan Aset Pemko Medan tersebut. “Hati miris saat melihat aset Pemko Medan yang diduga dikomersilkan, padahal selama ini gelanggang remaja digunakan sebagai sarana olahraga kebanggaan oleh bibit-bibit olahragawan masyarakat Kota Medan”, kata B Manik, S.Ag.

Advertisements