Maraknya Aksi Perampokan Jalanan (1). Dedi Suheri :”Menunjukkan bahwa lemahnya sistem keamanan”

0
170

DUTAMEDAN.COM – MEDAN, Maraknya aksi para Perampok Jalanan di Kota Medan khususnya wilayah hukum Polsek Medan Baru menunjukkan bahwa lemahnya sistem keamanan di wilayah hukum tersebut. Hal ini disampaikan oleh Praktisi Hukum, Dedi Suheri, SH.

“Maraknya perampokan, jambret di wilayah Medan khususnya wilayah hukum Polsek Medan Baru menunjukkan lemahnya sitem keamanan diwilayah hukum tersebut, ini kalau tidak salah sudah yang ke 3 kali dalam beberapa bulan ini,” ujar Praktisi Hukum, Dedi Suheri, SH, Sabtu (17/8/2019).

Dedi menambahkan, pihak Polsek Medan Baru tidak seharusnya menunggu adanya laporan pengaduan korban, namun haruslah bertindak tegas terhadap hal-hal tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

“Jangan hanya menunggu laporan, dimana masyarakat berharap penuh kepada pihak Kepolisian untuk mengayomi dan melindungi masyarakat. Diiharapkan kepada Polsek Medan Baru untuk melakukan pencegahan terjadinya perampokan, penjambretan diwilayah hukumnya, bukan hanya menunggu laporan saja dari korban, agar tidak ada lagi korban-korban baru dari pelaku jambret dan perampokan,” harapnya.

Untuk itu, Dedi juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan perhiasan berlebihan saat keluar rumah yang dapat memancing para perampok jalanan .

“Kepada masyarakat, saya juga mengimbau agar kiranya tidak memakai perhiasan berlebihan atau membawa barang-barang berharga di saat diperjalanan yang dapat memancing para pelaku tindak pidana perampokan dan jambret. Dan juga jangan bermain Hp atau memegang Hp saat berkendara,” himbaunya.

Begitu juga kepada pihak Kepolisian jajaran Polrestabes Medan untuk giat melakukan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan kejahatan jalanan.

“Saya juga menghimbau pihak Kepolisian agar melakukab patroli rutin diwilayah-wilayah yang rawan jambret dan perampokan, dan melakukan tindakan tegas bagi pelaku tindak pidana tersebut, dan jangan hanya menunggu laporan adanya korban, mencegah adalah hal yang lebih baik agar tidak ada korban lagi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Aksi perampokan jalanan di Kota Medan khususnya wilayah hukum Polsek Medan Baru semakin mengganas. Tidak hanya warga pribumi, turis asing pun tidak luput dari incaran para perampok. Hal inilah membuat warga Kota Medan dihantui rasa ketakutan.

Sebelumnya, 3 peristiwa jambret juga dialami turis berkewarga negaraan Prancis bernama Robert dirampok Jalan Cipto Medan Petisah, Rabu (10/7/2019), Betty warga negara Itali dirampok di Jalan Candi Biara Medan Petisah, Rabu (17/7/2019) dan kemudian, viral aksi perampok jalanan yang mencoba merampok seorang pengguna jalan di Jalan Kapt. Patimura Medan, Ironisnya hingga sekarang para pelaku belum juga ditangkap dan diungkap pihak Kepolisian.

Dan kini, seorang ibu rumah tangga, pedagang keliling, Tina (32) warga Jalan Kesehatan Medan Perjuangan menjadi korban perampok jalanan. Tidak tanggung-tanggung, akibat kejadian tersebut korban terseret dan terjatuh di aspal jalanan.

Menurut informasi, saat kejadian korban bersama suaminya dan kakak iparnya berkeliling berjualan air mineral. Ketika melintas di Jalan Gatot Subroto dekat Simpang Bara, tas sandang berisi uang hasil dagangan dan ponsel miliknya hilang ditarik paksa oleh pelaku.

“Saat itu kami keliling berjualan mencari lokasi berjualan air minum, sesampainya di Simpang Barat, tiba-tiba tas saya ditarik pelaku, saya coba pertahankan, akhirnya saya terjatuh dan terseret-seret,” ujarnya korban Tina saat ditemui kediamannya.

Tina menambahkan, jika ia sudah sehat ia berencana akan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Baru.

“Nanti saya rencananya melapor ke Polsek Medan Baru agar pelaku segera ditangkap,” harapnya.

Lalu, Tina berpesan kepada Ibu-ibu agar lebih waspada untuk tidak lagi menggunakan tas sandang karena banyaknya pelaku jambret sadis berkeliaran di Kota Medan,” himbaunya.

Ketika di konfirmasi terkait aksi perampok jalanan di Jalan Gatot Subroto, Simpang Barat, Medan Petisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Philip Purba mengatakan bahwa belom ada laporan. “Laporan tidak ada sama kita,” ujarnya singkat. (Rom)

Advertisements