Gubsu: Proyek Jalan Tol di bantaran sungai Deli, bukan kepentingan Aguan dan Benny Basri

0
230

DUTAMEDAN.COM – Mimpi besar Gubsu Edy Rahmayadi untuk membangun jalan Tol di atas bantaran sungai, ternyata ada juga yang mempertanyakannya. Disebutkan, kalau proyek tersebut diduga dibangun untuk kepentingan Aguan dan Benny Basri, yang dikenal sebagai Pengusaha Properti terkenal di Kota Medan.

Pertanyaan ini muncul pada temu Pers seusai Rakor Penanggulangan Bencana yang dihadiri Kepala BNPB di Ruang Raja Inal, lantai II Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (8/8).

Adalah Bobby, salah satu wartawan yang mempertanyakan langsung kepada Gubsu, tentang apakah betul kalau pembangunan jalan tersebut untuk menaikkan harga Apartement Podomoro?

Bobby juga sudah melakukan investigasi tentang hilangnya garis sempadan sungai sepanjang 3 kilometer atas adanya pembangunan jembatan di bawah Vihara Borobudur yang baru saja dibangun 2 tahun.

Mendapat pertanyaan seperti ini, Fitriyus, Asisten Pemerintahan dan Asset yang juga merangkap Plt Kehumasan dan Protokoler Pemprovsu mencoba untuk menghentikan pertanyaan selanjutnya, namun oleh Gubsu langsung memerintahkan untuk meneruskan pertanyaan itu sampai tuntas.

Menurut Gubsu seharusnya pertanyaan-pertanyaan seperti ini harus langsung saja disampaikannya kepadanya. “Pertanyaan seperti ini seharusnya langsung saja disampaikan kepada saya,” ungkap Gubsu.

Dalam jawabannya, Gubsu menjelaskan bahwa pembangunan jalan Tol ini nantinya tidak ada hubungannya dengan Apartemen Podomoro dan yang lainnya. Untuk melakukan planing dan maping jalan tol selama 7 bulan tersebut, Gubsu sengaja mendatangkan ahli dari Bandung yang menurutnya tidak kenal dengan pemilik Podomoro, sehingga diharapkan jika menyampaikan pertanyaan harus disampaikan secara autentik. “Ada ketentuan 12 meter dari bibir sungai merupakan jalur hijau, itu ketentuan dan tak boleh dilanggar,” tegas Gubsu.

Sebagaimana dalam rilis yang dipublikasi, Pemprovsu, Pemko Medan dan Kabupaten Deliserdang sudah menandatangani kesepakatan bersama pembangunan Jalan Tol Helvetia- Amplas. Tol ini nantinya dibangun mengitari sungai Deli. Mimpi besar ini ditargetkan akan mendongkrak 500 ribu wisatawan berkunjung ke Sumatera Utara. Jalan tol sepanjang 30,97 Km yang didanai investasi pihak swasta sebesar Rp7 triliun ini diharapkan mampu mengurai kemacetan lalulintas, menarik investasi dan mendongkrak dunia pariwisata di Sumut.

Baca Juga:  Perhatian! Beberapa Ruas Jalan di Medan Utara Ini Juga Ditutup, Cek Rutenya...

Jalan tol ini  terbagi tiga seksi, yaitu seksi I Helvetia- Titikuning 14,28 km, Seksi II Titikuning- Pulo Brayan 12,44 km dan Seksi III Titikuning- Amplas 4,25 km.

Kesepakatan ini ditandatangani Gubsu Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin, S,MSi, Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan dengan pihak swasta Dirut PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Tito Sulistio dan Dirut PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto, Jumat (1/3/2019) di kantor Gubsu, Medan.

Sesuai program, jalan tol ini nantinya berada di sepanjang bantaran sungai Deli. “Sungai Deli nanti kita kelola dan bersihkan dengan baik, sehingga menjadi objek wisata yang di kanan kirinya terdapat jalan tol. Untuk itu kita semua harus kompak dan besatu, agar semua ini terwujud. Ini mimpi besar,” kata Edy.

Untuk itu, Edy menginstruksikan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Arif Sudarto Trinugroho untuk membantu segala perizinan dan memperkuat sinergi dengan Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang. “Bulan Juli tahun 2019 ini harus sudah peletakan batu pertama (groundbreaking),” tegas Edy Rahmayadi.

Dirut PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Tito Sulistio mengatakan jalan tol dalam Kota Medan yang baru saja ditandatangani kesepakatannya diperkirakan akan selesai pekerjaannya dalam dua tahun. 

Advertisements