Lurah Sioldengan Negosiasi dan Antar “Buronan KPK” Kasus Eks Bupati Labuhanbatu ke Jakarta

0
162
Lurah Sioldengan Negosiasi dan Antar
Lurah Sioldengan Negosiasi dan Antar "Buronan KPK" Kasus Eks Bupati

DUTAMEDAN.COM – Umar Ritonga, buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kaitan kasus suap Eks Bupati Labuhanbatu, H. Pangonal Harahap, diserahkan pihak keluarga kepada penyidik KPK, Kamis (25/7/19) sekira pukul 07.00 Wib.

Penyerahan ini buah dari negoisasi yang dilakukan oleh Kepala Kelurahan Sioldengan Muhammad Yusuf Harahap, SE., di rumah mertua Umar Ritonga, di lingkungan Batu Sangkar Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu.

Sebelumnya informasi beredar, pihak Polres Labuhanbatu ikut serta mendampingi penyidik KPK terkait dengan penangkapan buronan KPK Umar Ritonga. Pada pukul 10.28 Wib, awak media mengkonfirmasi Kapolres Labuhanbatu, AKPB Frido Situmorang melalui seluler dan pesan whatsappnya, menanyakan perihal penangkapan Umar Ritonga oleh Penyidik KPK, namun tidak memberikan tanggapan dengan pertanyaan yang diajukan wartawan.

Baru sekitar pukul 12.19 Wib, diketahui perihal penangkapan Umar Ritonga setelah beredar klarifikasi melalui pesan WhatsApp dari Lurah Sioldengan, Muhammad Yusuf Harahap yang  yang dibagikan ke WA Grup Insan Press Labuhanbatu.

Mendapati informasi tersebut, awak media mengkonfirmasi Lurah Sioldengan sekira 13.14 Wib, melalui selulernya mengatakan, “Dalam hal ini Umar Ritonga bukan ditangkap, tapi diserahkan pihak keluarga kepada KPK di rumah kediaman mertua Umar Ritonga.

“Atas bimbingan pihak KPK, saya bernegoisasi ke pihak keluarganya agar segera menyerahkan Umar Ritonga yang selanjutnya mertua dan abangnya, Nassir Ritonga, menyerahkan tersangka ke penyidik KPK”, jelas Lurah.

Kemudian setelah Umar Ritonga menyerahkan diri, penyidik KPK menyarankan saya dan Kepling Batu Sangkar untuk ikut mengantar tersangka ke kantor KPK RI di Jakarta.

“Saat ini saya sedang dalam perjalanan menuju ke bandara Kualanamu untuk berangkat ke kantor KPK di Jakarta”, sebut Lurah menutup komunikasi selulernya.

Baca Juga:  Takut Terpapar Covid-19, Warga Medan Marelan Blokir Jalan
Advertisements