DUTAMEDAN.COM – Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro No. 30 Medan dilempari batu oleh kelompok orang tak dikenal (OTK), Selasa (15/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun kaca jendela pos jaga bagian depan dan gapura kantor Gubsu pecah akibat terkena lemparan batu.

Seorang sekuriti menunjuk kaca bagian depan pos jaga yang pecah terkena lemparan batu di halaman Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro No. 30 Medan oleh kelompok orang tak dikenal (OTK), Selasa (15/1). – Foto; hariansib

Tak hanya itu, lima unit mobil aparatur sipil negara (ASN) yang sedang parkir di halaman depan kantor Gubsu, menjadi sasaran lemparan batu oleh OTK tersebut. Informasi yang dihimpun di lokasi, kejadian pelemparan batu oleh OTK itu berlangsung spontan saat massa yang berjumlah ratusan orang secara iring-iringan memakai kendaraan roda dua melintas di sepanjang Jalan Diponegoro Medan. Sesampainya di depan kantor Gubsu, massa yang tidak diketahui identitasnya itu berhenti dan tiba-tiba menghujani batu berukuran sedang hingga besar ke halaman depan kantor Gubsu.

Melihat adanya penyerangan, jasa pengamanan atau sekuriti yang biasa bertugas di kantor Gubsu kaget. Spontan mereka langsung menghindar ke tempat lebih aman supaya tak terkena lemparan. Terutama petugas yang sedang stand by di pos jaga.

“Kaget betul kami Bang, tiba-tiba massa datang dan langsung melempari dengan batu,” kata salah seorang sekuriti kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menurutnya, tidak ada agenda demonstrasi pada hari itu ke kantor Gubsu. “Mereka itu habis demo infonya Bang. Lalu lewat kemari dan tiba-tiba menyerang kantor Gubsu. Mereka itu yang semalam (Senin) sempat demo di kantor BPN Medan masalah sertifikat tanah,” ungkapnya.

EMOSIONAL
Sementara Gubsu Edy Rahmayadi pun menanggapi insiden tersebut secara wajar. Apalagi jika benar yang melakukan pelemparan adalah masyarakat yang tidak puas atas polemik tanahnya yang kunjung tidak selesai misalnya.

Menurut Edy, aksi itu bentuk emosional warga.

“Wajar ajalah, sekian lama persoalan itu tidak tuntas, sehingga dia emosi. Rakyat emosi cocok gak dilaporkan menurut kalian? Yang dibutuhkan rakyat itu solusi bukan dilaporkan, dan diberi tahu ini wewenang siapa. Mau dilempar seribu batu pun, gubernur tidak punya wewenang menyelesaikan masalah itu,” katanya saat disinggung tindakan apa yang akan dia lakukan atas insiden ini.

Namun demikian Edy berjanji akan berkoordinasi ke pusat untuk membantu permasalahan mereka, kalau itu memang masalah tanah masyarakat misalnya, supaya mendapat solusi yang terbaik. “Saya akan melihat suatu konteks dan kebenaran. Suatu persoalan yang begitu panjang akan membuat orang emosional dan putus asa. Mau demonstrasi seribu kali pun, tak selesai juga itu. Tapi kalau tak ada angin tak ada hujan dia terus melempar, itu yang cocok disentil kepalanya,” katanya.

Sementara terkait rusaknya sejumlah mobil akibat aksi OTK itu, Gubsu mengatakan, pihaknya akan memperbaikinya. “Terkait mobil-mobil yang rusak, kita akan membagusinya. Nanti akan kita data berapa mobil yang rusak untuk dibagusi,” katanya mengakhiri.

Amatan di lapangan, kaca bagian depan pos jaga dan gapura kantor Gubsu pecah terkena lemparan batu. Serpihan kaca jendela itu terlihat berjatuhan dan membuat pos jaga tersebut jadi porak-poranda. Sementara lima kendaraan roda empat, ada yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Seperti mobil jenis minibus sport merah, kaca bagian sebelah kanannya tampak pecah. Kondisi mobil ASN lainnya juga gak kalah parah, mengalami penyok yang lumayan dalam di bagian atap depan dan belakang. “Mau diapai lagi namanya sudah naas,” ujar seorang ASN wanita yang mobilnya ikut menjadi korban pelemparan OTK tersebut.

Pemprovsu sendiri bertindak cepat menyikapi peristiwa yang terjadi di luar dugaan ini. “Kami akan segera membuat laporan ke polisi atas insiden penyerangan ini. Saya sudah tugaskan sekuriti untuk mendata dan buat kronologi kejadian,” ujar Kabiro Umum dan Perlengkapan Setdaprovsu, Faisal Hasrimy.

Sumber; hariansib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.