DUTAMEDAN.COM – Facebook menjelaskan akun-akun palsu yang biasanya beroperasi di media sosial mereka. Menurut Director Global Politic & Goverment Outreach Facebook Katie Harbath akun tersebut biasanya memiliki perilaku abnormal. Ia mencontohkan, biasanya akun palsu langsung menambah teman, posting artikel dan membagikan post dalam jumlah yang sangat banyak.

Ilustrasi (AFP PHOTO / JUAN MABROMATA)

“Kami sudah buat satu sistem yang otomatis deteksi ada perilaku yang menyimpang. Misalnya ketika baru mendaftar akun itu langsung add friend seribu. Ini jadi satu salah satu sinyal deteksi akun palsu,” ujar Harbath, dalam sosialisasi program “Election Integrity” Facebook, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/1).

Harbath mengatakan dalam penanganan informasi hoaks, Facebook juga menggunakan artificial intellegence (AI) untuk menghapus informasi hoaks. Harbath mengakui banyak pihak menggunakan platform Facebook untuk menyebarkan berita hoaks demi mendapatkan keuntungan materi.

“Kami menghapus kemungkinan seseorang dapat keuntungan materi dari menyebarkan hoaks. Ini fenomena di seluruh dunia dan motivasi utama ketika orang menyebarkan berita palsu demi monetisasi,” ujar Harbath.

Harbath mengatakan juga akan bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga untuk melawan kekeliruan informasi atau hoaks. Tim pemeriksa fakta ini telah disertifikasi oleh Poynter yang merupakan jaringan pemeriksa fakta internasional yang tidak berpihak terhadap satu kelompok atau golongan.

Natinya tim pemeriksa fakta ini akan mengidentifikasi hoaks dan akan memberi tahu Facebook. Facebook kemudian akan menyampaikan di News Feed bahwa artikel yang telah diidentifikasi tersebut adalah hoak dan akan diberi label ‘hoaks’.

Facebook kemudian akan mengurangi distribusi dan penyebaran berita tersebut di News Feed. Harbath mengklaim pengurangan distribusi ini akan menurunkan potensi pengguna Facebook untuk membaca hoaks ini hingga 80 persen.

“Ketika suatu akun pernah membagikan maka mereka akan dapatkan notifikasi bahwa ini hoaks dan kami sarankan agar tak sebarkan lagi,” kata Harbath.

Facebook sendiri mengaku telah menghapus 753,7 juta akun palsu secara global dari kuartal ketiga 2018 hingga kuartal pertama 2019. Harbarth mengatakan 98 persen akun tersebut telah dimatikan lantaran terdeteksi melakukan kegiatan yang mengganggu oleh sistem kecerdasan buatan Facebook. Facebook menyebut akun-akun ini dimatikan secara otomatis sebelum ada laporan dari pengguna.

Pendeteksian ini dilakukan oleh tim keamanan internal Facebook menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan sumber daya manusia berdasarkan perilaku akun tersebut. Harbath mengatakan akan mendedikasikan tim keamanan itu untuk untuk mengawal jalannya pemilu di seluruh dunia. Apalagi Indonesia akan melaksanakan pemilu pada beberapa bulan ke depan.

“Kami punya staf yang kami tambah dari 10 ribu ke 20 ribu untuk takedown (akun mencurigakan). Ini dalam bidang keamanan platform,” tandas Harbath.

Sumber: CNNIndonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.