DUTAMEDAN.COM – Rasulullah bersabda: “Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: ’Wahai Tuhanku bebaskanlah dia.’ Kemudian orang itu dipakaikan mahkota kehormatan.

Al-Qur’an kembali meminta: ‘Wahai Tuhanku tambahkanlah.’ Maka orang itu dipakaikan jubah karomah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: ‘Wahai Tuhanku ridhoilah dia.’

Maka Allah pun meridhoinya. Dan diperintahkan kepada orang itu: ‘Bacalah dan terus naiki derajat-derajat Surga.’ Dan Allah menambahkan setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan. (HR. Tirmidzi)

Begitu agung dan mulianya penghafal Al Qur’an. Hal ini juga yang membuat Ustadz Khairul Anwar Saragi, SHI semangat mengembangkan rumah tahfidz Zawiyatul Huffazh di Pasar VIII Kampung Keluarga, Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan. Sebagai tempat melahirkan para penghafal Al Qur’an

Ditemui disela acara syukuran Pondok Tahfidz Putri Muhaini Shamim Akhter, Ustadz Khairul berterima kasih kepada dr Shahrul Rahman yang sudah membantu terwujudnya pembangunan pondok tahfidz putri yang diberi nama Muhaini Samim Akhter.

“Rumah tahfidz Zawiyatul Huffazh sudah tiga tahun berdiri. Selama ini kami menyewa beberapa rumah untuk belajar dan sebagai asrama. Alhamdulillah, dr Shahrul Rahman berbaik hati menjadi donatur pembangunan pondok tahfidz putri Muhaini Shamim Akhter yang hari ini diresmikan,” ujar Ustad Khairul.

“Nantinya, pondok ini dipergunakan buat santriwati yang berasal dari luar daerah, seperti Langkat, Kisaran hingga Labuhan Batu,” sambung Sarjana Hukum Islam tersebut.

Pondok Tahfidz Putri Muhaini Shamim Akhter terdiri dari dua lantai. Lantai pertama terdiri dari dua ruangan, digunakan sebagai kelas belajar.

Di lantai kedua, ada tiga ruang sebagai asrama tempat tinggal. Masing-masing ruangan bisa menampung 6 santriwati.

Ustad Khairul (kiri) dan dr Shahrul Rahman beserta keluarga.

Sedang Muhaini Shamim Akhter diambil dari nama ibu mertua dan ibu kandung dr Shahrul Rahman.

Waktu belajar mulai 08.00 WIB sampai dengan 20.30 WIB yang dibagi-bagi menjadi 5 sesi. Dengan teknik setor hafalan. Usia minimal santri yang ingin belajar adalah 10 tahun.

Bagi orangtua yang ingin anaknya menjadi seorang hafidz/hafidzah, direkomendasikan belajar di rumah tahfidz Zawiyatul Huffazh. Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi Ustadz Khairul Anwar Saragi di 081370284007. (xyz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.