Riski Boru Sibarani Dirampok di Amplas

0
140
Riski Boru Sibarani Dirampok di Amplas

Medan (SP) – Rizki Boru Sibarani (20) dan rekannya Ronita Boru Situmorang (20) warga Dusun III Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, mengaku menjadi korban perampokan saat menumpangi Angkot Medan Bus, No. 135, persis dibawah Fly Over Amplas, Kecamatan Medan Amplas.

Akibat peristiwa itu, kedua gadis ini mengalami luka-luka disekujur tubuh, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit Mitra Sejati, Kelurahan Titi Kuning Medan Johor, untuk mendapat perawatan medis.

Menurut keterangan Rizki kepada wartawan pada Rabu (17/10) di ruang Amarilis No. 305 Rumah Sakit Mitra Sejati Medan, Rizky didampingi keluarganya bercerita, peristiwa itu terjadi Sabtu (14/10) sekira pukul 11.00 WIB.

Saat itu, korban dan rekannya Ronita berangkat bersama naik angkot dari Tanjungmorawa menuju Medan Amplas, dengan tujuan hendak membeli kado pernikahan teman mereka di Mall Carefour Medan.

“Kejadiannya itu Sabtu, tadinya kami mau beli kado pernikahan untuk kawan ke Carefour. Kami naik angkot dari Tanjung Morawa, tapi lupa nama Angkotnya, “ujar gadis kelahiran 1998 ini terbata-bata sembari menahan sakit karena kondisinya yang belum pulih.

Lebih lanjut dijelaskan korban, setibanya di Medan Amplas, kedua korban pun turun di Simpang Amplas dan lanjut naik angkot Medan Bus No 135.

Namun baru beberapa meter Angkot yang dinaikinya melaju, didalam Angkot yang penumpangnya hanya beberapa orang itu, kedua korban mengaku seakan dihipnotis dan tidak ingat lagi kronologis kejadian yang menimpanya.

Kemudian hanya dalam hitungan detik, kedua korban mengaku dibuang dengan cara dilempar dari dalam Angkot yang ditumpanginya itu.

“Gaktau lagi aku, kami kayak diculik, dimasukkan didalam angkot itu, setelah itu kami dilempar keluar. Disitu kami udah gak sadar lagi dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Rizki.

Setelah kejadian itu, warga sekitar yang melihat keduanya terkapar dipinggir jalan kemudian membawanya ke Rumah Sakit Mitra Medika yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari tempat kejadian.

Namun setibanya di rumah sakit itu, karena kondisinya yang cukup parah, kedua korban akhirnya dirujuk  ke Rumah Sakit Mitra Sejati Titi Kuning, Medan Johor.

Atas kejadian itu, korban mengaku dompetnya yang berisi uang sekitar Rp. 1 juta rupiah beserta surat-surat penting lainnya raib dibawa pelaku.

Sementara temannya Ronita kehilangan 1 unit HP andoid yang diduga kuat dibawa kabur pelaku.

Sementara itu, Polman Sibarani, ayah Rizki Sibarani mengaku belum membuat laporan secara resmi ke Mapolsek Patumbak.

Dijelaskan Polman, setelah peristiwa itu, pihak keluarga sempat mendatangi Mapolsek Patumbak, namun karena kedua korban masih pingsan dan belum bisa memberikan keterangan, keluarga terpaksa menunda laporannya.

Namun demikian, kata Polman, ia berharap agar petugas segera melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

“Kami berharap polisi segera cepat menangkap pelaku yang membuat anak kami jadi begini, “ucap Polman kepada wartawan, didampingi isterinya.

Terpisah, Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi SIK saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.

Dikatakan Ginanjar, meskipun pihak kepolisian belum menerima pengaduan korban secara resmi, pihaknya sudah melakukan penyelidikan di lapangan dan memeriksa sejumlah orang yang kemungkinan ada kaitannya dengan peristiwa itu.”Oh kalau itu kita langsung “jemput bola”. Walaupun belum kita terima LP nya tapi kita sudah melakukan penyelidikan di lapangan. Saya yang langsung memimpin. Kita juga sudah memeriksa beberapa orang. Masih kita selidiki,” ucap Ginanjar menjelaskan.(tim)

Teks foto : korban saat dirumah sakit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.