Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (istimewa)

DUTAMEDAN.COM -JAKARTA | KPK menyurati Polri meminta tersangka kasus dugaan suap anggota DPRD Sumut, Ferry Suando Tanuray Kaban, masuk daftar pencarian orang (DPO). Polri mengatakan siap membantu penerbitan DPO.

“Kami siap membantu kerja KPK. Biasanya KPK menyurat kepada Polri, minta bantuan bahwa orang dimaksud ada masalah, ada kasus dengan KPK dan sekarang tidak ada di tempat. Oleh sebab itu bisa dimasukkan ke dalam DPO-nya Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018).

Setyo menjelaskan polisi akan menyebar wajah orang yang terdaftar dalam DPO ke seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Bila tersangka berhasil ditangkap, Polri akan menyerahkan orang tersebut ke KPK.


“Nanti kalau ketangkap, kita serahkan ke KPK. Jadi kita akan sebar DPO ke seluruh Indonesia. Kalau diduga ke luar negeri, nanti KPK akan menyurat ke Interpol Indonesia untuk meminta diterbitkan red notice,” jelas Setyo.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah sebelumnya menerangkan Ferry mangkir sebanyak 2 kali dari panggilan KPK.

“KPK telah mengirimkan surat pada Kapolri Up SES NCB-Interpol Indonesia tertanggal 28 September 2018 tentang DPO atas nama Ferry Suando Tanuray Kaban,” kata Febri kepada wartawan, Senin (1/10/2018).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 38 tersangka. Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho senilai Rp 300-350 juta per orangnya.

Ke-38 orang itu diduga menerima suap dari Gatot terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut tahun 2015.(*/dtk)
Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.