Duka menyelimuti Sumatera Utara. Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari ini, sudah memakan korban jiwa. 11 santri ditemukan meninggal. Sedangkan belasan lainnya masih dalam pencarian.

Jumat (12/10/2018) sore itu menjadi mencekam. Hujan deras yang membasahi Mandailing Natal menciptakan banjir bandang. Hantaman air ke sebuah madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, membuat bangunan roboh.

Sekitar 29 santri yang sedang mengaji tertimpa tertimbun lumpur tebal dengan material kayu. 11 ditemukan meninggal dunia di tepi sungai. 18 santri lainnya masih dalam pencarian

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, keseluruh korban meninggal ditemukan di tepi sungai. “Kita temukan semua korban meninggal itu saat jenazahnya berada di tepi sungai, sebab lokasi mereka mengaji tak jauh dari sungai,” jelas Irsan saat ditemui di lokasi.

Berdasarkan laporan terakhir Sabtu (13/10/2018) pukul 01.30 WIB dini hari, dari 18 yang masih hilang, 3 orang ditemukan.

“Petugas kita terus mencari,” ujar Kapolres Mandailing Natal AKBP Irsan Sinuhaji.

Irsan mengatakan, proses pencarian korban cukup sulit karena diduga berada di bawa runtuhan material bangunan madrasah serta lumpur.

Tak hanya itu, ganasnya banjir bandang Selain menelan korban jiwa, banjir juga menghanyutkan puluhan rumah warga.

Menurut data dari pihak kepolisian Resort Mandailing Natal, sebanyak 18 siswa lainnya hingga Jumat malam ini belum berhasil ditemukan.

Masih katanya, hingga kini pihak kepolisian dan BPBD Mandailing Natal masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Sementara itu, tangisan keras seketika pecah di dalam rumah pengungsian saat delapan jenazah murid madrasah disemayamkan berjajar.

Belum ada pihak keluarga korban yang dapat dimintai komentarnya atas musibah ini.
Cuaca ekstrem, yakni hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah daerah di Mandailing Natal.

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah di Tapanuli Selatan.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak dan memutus akses jalan di beberapa titik.
Setidaknya lima jembatan hanyut dan beberapa badan jalan rusak. Satu di antaranya di Desa Taluk, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

Akses jalan nasional terputus sepanjang puluhan kilometer. (trb/pm)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.