Gedung BRI Pusat (istimewa)

DUTAMEDAN.COM -JAKARTA | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ditunjuk Kementerian Keuangan RI sebagai mitra distribusi penjualan Surat Utang Negara Ritel di Pasar Perdana Domestik untuk melayani pemesanan secara langsung.

Pemerintah kembali menawarkan Obligasi Negara Retail (ORI) seri ORI015 kepada masyarakat sebagai alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan.

ORI dijual pada individu atau perseorangan (WNI) melalui BRI di Pasar Perdana Domestik yang dapat dijual setelah masa holding period berakhir (setelah dua periode pembayaran kupon berlalu). ORI memberikan imbal hasil tetap setiap bulannya.
Sementara itu, berinvestasi ORI015 di BRI memberikan keuntungan keamanan dengan kupon dan pokok yang dijamin oleh negara.

Lalu, return-nya menarik karena lebih tinggi dari rata-rata deposito. Investasinya pun sangat ringan karena minimal investasi Rp 1 juta. Bahkan, tenornya relatif pendek yang hanya tiga tahun serta sangat mudah dengan melakukan pemesanan di BRI terdekat.

Masyarakat bisa menikmati kemudahan investasi ORI015 ini melalui unit kerja BRI terdekat seperti kantor cabang BRI, KCP, atau Sentra Layanan Prioritas. Berikut keunggulan yang bisa didapatkan.

Pertama, bebas biaya pembukaan rekening surat berharga. Kedua, bebas biaya penyimpanan atau kustodian sampai jatuh tempo. Ketiga, diberikan direct gift sebesar 0,2% untuk 25 orang pertama yang bertransaksi dengan minumal Rp 3 miliar dan 0,1% untuk 100 orang pertama yang bertransaksi Rp 500 juta atau lebih.
Adapun simulasi penjualan ORI sebelum jatuh tempo berdasarkan ilustrasi perhitungan hasil investasi (belum memperhitungkan pembayaran pajak (Pph 15%) atas imbalan serta biaya lainnya.

Misalnya, investor A membeli ORI015 di Pasar Perdana sebesar Rp 100 juta, maka asumsi imbalan yang berlaku adalah 7% per tahunnya. Sedangkan pajak final yang berlaku sesuai UU adalah 15%.

Jika ORI tidak dijual hingga akhir tempo, maka perhitungan imbalan setiap bulannya sebagai berikut (Rp 100 juta x 7% x 1/12 x 85%) – Rp 5 ribu = Rp 490.833 per bulan hingga jatuh tempo. Untuk pengembalian pokok saat jatuh tempo sebesar Rp 100 juta.

Jika ORI dijual dengan harga 105% di Pasar Sekunder, maka perhitungan capital gain-nya adalah (Rp 100 juta x 105%) – Rp 10 juta x 85% = Rp 4,250 juta. Untuk perhitungan imbalan setiap bulannya adalah (Rp 100 juta x 7% x 1/12 x 85%) – Rp 5.000 = Rp 490.833 setiap bulan.

Sedangkan untuk total yang diterima saat dijual, seperti ini (nilai pokok investasi + capital gain + imbalan) – (biaya penagihan ke BI + administrasi). Yakni, (Rp 100 juta + Rp 4,250 juta + Rp 490.833) – (Rp 25.300 + Rp 5 ribu = Rp 104.710.533.

Jika ORI dijual dengan harga 95% di Pasar Sekunder, maka perhitungan capital loss-nya (Rp 100 juta x 95%) – Rp 100 juta = – Rp 5 juta. Untuk perhitungan imbalan setiap bulannya adalah (Rp 100 juta x 7% x 1/12 x 85%) – Rp 5 ribu = Rp 490.833 setiap bulan. Sedangkan untuk total yang diterima saat dijual adalah (nilai pokok investasi + capital loss + imbalan) – (biaya penagihan ke BI + administrasi), yakni (Rp 100 juta + (- Rp 500 juta + Rp 490.833) – (Rp 25.300+ Rp 5 ribu) = Rp 95.460.533.

Penting untuk diketahui, transaksi penjualan di Pasar Sekunder dengan asumsi penjualan terjadi pada saat pembayaran imbalan sehingga tidak memperhitungkan accrued interest.Sementara itu, ORI akan ditetapkan kemudian oleh pemerintah, biaya penagihan imbalan per bulan adalah sebesar Rp 5 ribu dan biaya penagihan ke Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 25 ribu.

Untuk mekanisme pembayaran imbalan/kupon dan pokok, sebagai berikut.

  1. Pemerintah melalui BI mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran imbalan/kupon dan/atau pokok Surat Utang Negara ke sub-registry (Kustodian BRI).
  2. Selanjutnya sub-registry (Kustodian BRI) akan mendistribusikan dana tersebut ke rekening dana investor pada tanggal pembayaran imbalan/kupon dan/atau tanggal jatuh tempo pokok Surat Utang Negara setelah dipotong pajak.
  3. Pihak yang berhak atas imbalan/kupon dan/atau pokok Surat Utang Negara adalah pihak yang tercatat sebagai pemegang Surat Utang Negara pada sub-registry(Kustodian BRI).
  4. Investor tidak diperkenankan untuk mengganti sub-registry.

Berikut informasi mengenai struktur ORI015.
Penerbit : Pemerintah RI.

Seri : ORI015

Tenor (jangka waktu) : 3 tahun.

Masa Penawaran : 4-25 Oktober 2018

Tanggal Penjatahan : 29 Oktober 2018

Tanggal Statement : 31 Oktober 2018

Tanggal Pencacatan di Bursa : 1 November 2018

Jatuh Tempo : 15 Oktober 2018

Nilai Nominal per Unit : Rp 1 juta.

Minimum Pemesanan : Rp 1 juta dan kelipatan.

Maksimum Pemesanan : Rp 3 miliar.

Imbalan/ Kupon : xxx% (gross) per tahun (penetapan kupon pada 2 Oktober 2018). Fix coupon, pembayaran secara periodik tiap bulan.

Pembayaran Kupon Pertama : 15 November 2018

Kustodian/ Sub Registry : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Agen Penjual : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Minumum Holding Period (MHP) : 2 kali periode pembayaran kupon.

Keterangan Lain : ORO015 dapat dijual sebelum jatuh tempo sesuai harga pasar. BRI sebagai standby buyer.
Transaksi di Pasar Sekunder : Hanya dapat diperjualbelikan antar investor residen. (*/dtk)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.