Ket foto : Ketika wartawan berbincang bincang kepada masyarakat terkait Puskesdes di Desa Ujung Teran.

Tanah Karo | Metropublik.com – Gedung Pusat Kesehatan Desa (PUSKESDES) milik dinas kesehatan Kabupaten Karo, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Karo tahun 2017 di Desa Ujung Teran hingga saat ini tidak difungsikan, Jumat (19/10/2018) Kecamatan Merdeka, Kab Karo.

Hal itu terkuak dari masyarakat setempat (Desa Ujung Teran), mengeluhkan ketika ada warga yang sakit .Untuk mendapatkan pertolongan sementara harus di bawa ke Berastagi, sementara diketahui akses jalan yang dilewati rusak parah.

B. Surbakti (50) warga Desa Ujung Teran, kepada wartawan menuturkan, bahwasanya didesa itu ada seorang bidan, namun karena telah mengalami salah satu penyakit sehingga oknum tersebut tidak bisa menjalankan tugas semestinya.

“Tidak sanggup lagi melihat darah , bahkan kalau ada masyrakat yang hendak mau melahirkan, masyrakat itu di sarankan bidan agar berobat ke Brastagi yang jaraknya kurang lebih 6 KM atau ke Puskesmas kecamatan , pada hal jalan kedesa ini pun seperti kolam pancing, ” Imbuh Surbakti.

Lagian untuk apa dibangun Puskesdes ini, kata A. Sinulingga, menelan ratusan juta tapi tidak difungsikan bahkan gedung itu sudah mulai retak.

“Kita curiga ini hanya akal akalan biar dapat proyek saja, sementara setelah selesai tidak difungsikan terkesan ada pembiaran dari dinas terkait, “Katanya.

Sementara, Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Dr. Irna Sabrina, Mkes saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (19/10/2018) melalui melaluli selulernya miliknya terkait puskesdes yang hampir 1 tahun tidak di tempati berdalih, Kata Irna, Puskesdes itu telah difungsikan selama ini setiap hari pada saat jam kerja.

“Petugas tidak tinggal disana dek, tapi tetap buka pada jam dinas saja. Maaf dek, saya lagi wawancara akreditasi di Puskesmas Tiganderket,” katanya melalui sms singkat.

Kepala Desa Ujung Teran, Solen Sinulingga didampingi ketua BPD Daniel Sembiring saat kru Metropublik. Com memintak kejelasan terkait Puskesdes tersebut, mengatakan, sejak gedung Puskesdes tersebut selesai dibangun, belum pernah difungsikan oleh dinas terkait.

“Sejak selesai tidak pernah saya nampak pegawai kesehatan disana, lihatlah, didalam sudah berabu dan ditumbuhi rumput, bahkan listrik nya pun tidak ada, “Ujar Kades.

Menurut amatan Metropublik. Com, Gedung tersebut berwarna abu abu, berlantai semin (tanpa keramik) dan didalam gedung terdapat alat alat kesehatan yang tidak terawat juga belum terhubung listrik.

Ditambahkan, M. Purba, salah seorang warga terkait pengakuan kepada Dinas kesehatan, mengatakan puskesdes tersebut sudah dibuka setiap jam kerja, membuat masyarakat kebingungan. Pasalnya selama ini diketahui belum pernah ada dibuka.

“Kita bingung juga ya, pada hal baru baru ini ada masyarakat mau berobat tapi tidak dibuka, masyarakat kan tau, soalnya ini gedung sering dilintasi saat pergi ke kebun, kan gk mungkin gk dilihat kalau sudah difungsikan,” Jelasnya. (Dasa)
https://apis.google.com/js/platform.js

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.