Medan (SP) – Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK menegaskan akan menindak segala praktek premanisme maupun orang yang yang melakukan aksi premanisme.

Hal itu ditegaskannya seusai mendampingi Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto SH dan Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK menerima aksi unjuk rasa kelompok tani di Sumut pada Senin (24/9/2018) sekira pukul 11:45 Wib.

“Banyak kelompok tani yang saya terima informasinya mengeluhkan ketidaknyamanan atas adanya tindakan-tindakan atau aksi premanisme diwilayah mereka beraktivitas/bertani masing-masing. Jika mengalami perbuatan atau aksi Premanisme, silahkan melapor kepihak kepolisian terdekat, akan segera ditindaklanjuti,” ujar Kabid Humas Polda Sumut menegaskan.

Mantan Kapolres Asahan ini juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian Daerah Sumatera Utara tidak bermain-main dengan adanya aksi premanisme yang meresahkan. Bahkan Polda Sumut juga berkomitmen untuk mentiadakan aksi premanisme dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

“Jika ada intimidasi dari kelompok yang membuat masyarakat resah, silahkan laporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya menjelaskan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berbagai elemen atau perkumpulan kelompok tani di Sumatera Utara melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Sumut pada Senin (24/9/2018) sekira pukul 11:00 Wib.

Ratusan massa meminta agar pihak penegak hukum untuk memberantas dan menangkap preman, Mafia Tanah, Mafia Peradilan dan Develover yang diduga memperjual-belikan tanah Eks HGU maupun HGU.

“Selesaikan seluruh konflik agraria yang terjadi di Sumatera Utara,” kata Tao Mindoana Boru Simamora, Ketua Komite Revolusi Agraria saat melakukan aksi di Mapolda Sumut.

Tak lama, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto SH menerima aksi unjuk rasa dan mengatakan akan membantu massa kelompok tani untuk menyelesaikan permasalahannya.

“Segera kuasai lahan dan inventarisasikan lahan yang ada, kita jangan mau ditunggai oleh pihak-pihak lain. Silahkan kuasai lahan masing-masing dan dijaga serta inventarisasikan,” kata Jenderal Bintang Dua ini menjelaskan.

Kemudian, Kapolda Sumut juga mengingatkan jangan ada aksi-aksi unjuk rasa lainnya dalam tahapan Pileg dan Pilpres 2019 ini. Karena nanti dikwatirkan massa bisa ditunggangi oleh orang-orang yang berkepentingan.

“Silahkan inventarisin lahan yang dikuasai, silahkan masing-masing kelompok tani untuk berkomunikasi dengan kepolisian, kita akan bantu,” terangnya.

Bukan itu saja, Kapolda Sumut juga akan berkomunikasi dengan PTPN II maupun pihak lainnya agar jangan ada penggusuran dalam tahapan Pemilihan Legeslatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.

“Ini tahapan Pileg dan Pilpres, saya akan kordinasi dengan pihak-pihak lainnya, agar jangan ada kegiatan penggusuran. Karena kalau ada penggusuran maka akan ada keributan/kerusuhan. Pastinya itu sangat merugikan bagi kita semuanya,” terang Kapolda Sumut didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK serta Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK.(reza)

Teks Foto : Kapolda Sumut didampingi Wakapolda Sumut dan Kabid Humas Polda Sumut seusai menerima unjuk rasa kelompok tani

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.