Terjadi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Lapak Jualan Toke Telur Dirusak PS

0
177
Terjadi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Lapak Jualan Toke Telur Dirusak PS

Medan (SP) – Aksi premanisme terjadi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Percut Sei Tuan. Meskipun Polri dengan tegasnya  mengadakan Operasi Pemberantasan Premanisme dan Pungli. Namun sepertinya belum sampai ke Desa Bandar Klippa Kec Percut Sei Tuan.

Aksi premanisme menimpa suami/istri pedagang telur dipasar 3 Datuk Kabu Desa Bandar Klippa yang bernama Niko Hendrawan (28). Ditemani istrinya, Niko mendatangi Kantor Polisi Polsek Percut Sei Tuan pada Rabu (5/9).

Informasi yang dihimpun, aksi kekerasan sekelompok pemuda kepada Niko berawal dari munculnya 3 orang pria mendatangi tempat jualan Niko pada Rabu sekira pukul 13:00 wib, pada saat itu korban bersama istrinya sedang berjualan seperti biasa. Saat menunggu para pelanggannya, tiba-tiba lapak toke telur (Niko/korban) itupun dikejutkan dengan datangnya 3 orang pemuda yang tidak dikenanya itu.

Tapi sekilas melihat wajahnya, korban mengetahui bahwa ketiga pemuda yang dikenal sebagai pemuda setempat (PS). Disitu ketiga pemuda itu langsung menanyakan kepada korban terkait pembayaran uang lapak jualannya.

Mendengar itu, Niko Hendrawan yang diketahui bermukim di Kec Delitua,  menjawab dengan tenang bahwa dirinya membayar kepada lelaki berinisial D.

Diduga tak senang mendengar jawaban korban, salah satu pria yang datang mengatakan bahwa lapak yang ditempati korban adalah lapak jualan miliknya.

“Kalian tau ini punya siapa, ini punyaku. tutup ini,” ucap Niko mengulang ucapan salah satu pemuda saat dilokasi.

Setelah terjadi tanya jawab, ke 3 pria tersebut pergi meninggalkan lapak korban. Namun permasalahan serupa kembali terjadi, dimana muncul kembali sekelompok pemuda yang diantaranya HE, AN, dan JE. Ketiga orang ini datang dengan membawa besi dan kayu, kemudian langsung membolak balikan meja jualan korban. Akibatnya, barang dagangan korban berupa telur sebanyak 2500 butir pecah berantakan dilapaknya.

Dengan sedih Niko menyatakan kekesalannya kepada wartawan.”itu Kalau diuangkan kerugian saya ditaksir mencapai Rp 5 juta, karena tidak terima cara mereka itu saya bersama istri langsung ke Polsek ini, saya harap mereka (terduga pelaku) ditangkap,” ujarnya menjelaskan di Mapolsek Percut Sei Tuan.

Terpisah, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri SIK membenarkan adanya kejadian tersebut.“Benar, korbannya sudah membuat laporan pengaduan. Personel sudah melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) dan kasusnya akan kita tindak lanjuti,” jelasnya. (agus)

Teks foto : lapak jualan korban yang rusak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.