P.Siantar – Seorang narapidana (Napi) penghuni lapas kelas IIA Pematangsiantar, Hendra Gunawan Lubis yang juga warga Jalan Marihat Tongah Seberlawan, Kabupaten Simalungun tewas di RSUD Djadamen Saragih Kota Siantar, Senin (10/09/18) dini hari.

Napi Lapas kelas IIA yang divonis 8 tahun subsider 3 bulan penjara karena kasus narkoba jenis sabu-sabu ini, diduga tewas akibat penyakit TBC (Tuberculosis) yang dideritanya sejak lama.

Kalapas kelas IIA Siantar, Porman Siregar Melalui Kabag Humas Lapas Hiras Silalahi menjelaskan, Sejak (14/8/2018) Hendra mengalami batuk selama 2 minggu, diketahui gejala TBC. Tanggal 21 Agustus 2018 Petugas lapas membawa napi yang sejak bulan Desember 2017 menghuni lapas Kelas IIA Siantar ini berobat.

“Memang sakit TBC (Tuberculosis) yang dia (Hendra) derita sudah lama, dia jarang mau makan. Setiap mengeluh sakit kita obati,” jelas Hiras saat dihubungi metropublik.com

Namun sampai tanggal 7 September 2018 sakitnya tak kunjung reda, Hendra dilarikan ke RSUD Dr Djasamen Saragih Kota Siantar. Hendra Di Opname dengan didampingi keluarga dan tetap dalam pengawasan Petugas LP.

“Selama ini Keluargany sudah tau kalau dia mengalami Sakit TBC (Tuberculosis),” ujarnya.

Setelah Mendapat Perawatan selama 2 hari di RSUD Dr Djasamen Saragih, Senin (10/9) Dini hari, pukul 04.00 Wib, Hendra menghembuskan Nafas terakhir, dan langsung serah terima dengan keluarganya.

“Yang bersangkutan meninggal setelah dirawat 2 hari di rumah sakit,” imbuhnya.

Menurut Hiras, Hendra adalah napi yang divonis bersalah dalam kasus narkoba jenis sabu-sabu. Hendra divonis delapan tahun subsider tiga bulan karena melanggar pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Yang bersangkutan, sejak bulan Desember 2017 baru menghuni lapas. Sudah menjalani hukuman hampir satu tahun,” pungkas Hiras.

Sementara dari Pihak keluarga Hendra yakni, Marniasari Karmina Lubis dan Margono berada di RSUD Dr Djasamen Saragih menerangkan, Sangat menyayangkan sikap Lapas kelas IIA Siantar yang tanpa pengawalan dari pihak lapas. ke metropublik.com.

“Di mana rasa kemanusiaan pihak lapas. Dia (Hendra) memang bersalah tapi masa suda mati selama tiga jam, pun kaki masih diborgol”, Pungkas Marniasari sembari meneteskan air mata. (Rizal Siregar)https://apis.google.com/js/platform.js



Source link

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.