Medan (SP) – Pihak Satreskrim Polrestabes Medan terus berupaya untuk melengkapi berkas perkara atas nama terduga tersangka Zihan Malpiro, Putri Andam dan Ratih. Ketiga berkas saat ini masih dinyatakan P-17 (SPDP) dikembalikan oleh pihak kejaksaan pada Jumat 7 September 2018. Terduga tersangka dipersangkakan melakukan penipuan dan penggelapan terhadap seorang wanita berinisial SN.

“Hal yang telah dilakukan atas perkembangan kasus yaitu, kita (kepolisian) telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor/korban, lalu melakukan pemeriksaan terhadap saksi atas nama Halima Tusyadiah alias Memi alias Ani, melakukan pemeriksaan terlapor sebagai saksi atas nama Zihan Malpiro, Putri Andam dan Ratih, melakukan penyitaan terhadap barang bukti dan akhirnya melakukan gelar perkara penetapan terlapor sebagai terduga tersangka,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Medan, Kompol Subroto ketika dikonfirmasi wartawan pada Rabu (12/8/2018) sore.

Selanjutnya, pihak Satreskrim Polrestabes Medan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor sebagai terduga tersangka yaitu Zihan Malpiro, Putri Andam dan Ratih Afriani.

“Kita sudah mengirimkan berkas perkara terduga tersangka ke Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Medan pada tanggal 05 september 2018, lalu pada tanggal 7 September 2018 berkas dikembalikan dikarenakan P.17 atau SPDP sebelumnya telah dikembalikan. Kemudian kita mengirimkan kembali SPDP ke JPU Kejaksaan Negeri Medan dan mengirimkan kembali berkas perkara. Sekarang kita masih menunggu penelitian dari JPU,” terangnya.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya, Laporan dugaan penipuan dan penggelapan NS yang merupakan salah satu Penasehat Aliansi Jurnalis Online Sumatera Utara (AJOS) akhirnya membuahkan hasil. Zihan, Putri dan Ratih (trio sekawan) ditetapkan sebagai terduga tersangka oleh Satreskrim Polrestabes Medan unit Ekonomi dan dipersangkakan melanggar pasal 372 dan 378 KUHP.

Namun sayang, para terduga pelaku tidak dilakukan penahanan oleh penyidik unit Ekonomi Polrestabes Medan dengan alasan para terduga dipertimbangkan kooperatif dan tidak dikwatirkan menghilangkan barang bukti.

“Pertimbangannya terduga tersangka kooperatif dan tidak dikhawatirkan menghilangkan barang bukti,” ujar Kasatreskirm Polrestabes Medan, AKBP Putu SIK ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan whatsapp-nya pada Senin (30/7/2018) siang menjelaskan.

Sedangkan Kanit Ekonomi Polrestabes Medan, Iptu Rusdi Marzuki SIK ketika diwawancarai wartawan di Mapolrestabes Medan mengatakan bahwa terduga tersangka tidak dilakukan penahanan.

“Tapi berkas perkaranya tetap akan dikirim ke Kejaksaan,” terangnya.

Ketika ditanya kapan berkas perkara tersangka akan dikirim ke Kejaksaan, mantan Kanitreskrim Polsek Medan Barat ini enggan menjawabnya. “Langsung ke Kasatreskrim saja ya bang,” terangnya.

Mendapati hal itu, kuasa hukum korban, Yusuf Hanafiah, SH, MH merasa kecewa dengan tindakan penyidik unit Ekonomi Polrestabes Medan yang melepas terduga tersangka kasus penipuan dan penggelapan.

“Pasal yang menjerat pelakukan sudah jelas, pasal dugaan penipuan dan penggelapan maksimal hukuman 9 tahun penjara, mengapa kini tersangka malah dilepas penyidik Polrestabes Medan?,” herannya.

Yusuf beralasan bahwa ketiga terduga pelaku sudah jelas terbukti dengan sah dan mengakui telah melakukan tindak pidana dugaan penipuan dan penggelapan. Ada kekhawatiran dari Yusuf bahwa terduga pelaku akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Karena dua orang terduga pelaku tidak memiliki alamat tinggal yang tetap (anak kost). Kita tegaskan, kita berharap pihak penyidik unit ekonomi Polrestabes Medan untuk segera menangkap dan menahan ketiga terduga tersangka. Terlebih lagi akibat perbuatan terduga tersangka, usaha kliennya nyaris tutup setelah mengalami kerugian,” tegasnya.

Terkait permasalahan tersebut, Yusuf akan segera melaporkan kasus tersebut ke Irwasda Polda Sumatera Utara untuk meminta keadilan.

“Kita akan menyurati Irwasda Poldasu untuk mengusut kasus tersebut. Kita berharap slogan “Polisi Promoter” bukan hanya kata khiasan saja,” jelasnya mengakhiri.

Diketahui sebelumnya, ketiga terduga tersangka diduga melakukan penggelapan sejumlah uang milik korban berkisar belasan juta rupiah.(tim)

Teks foto : Mapolrestabes Medan (int)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.