Patumbak (SP) – Polsek Patumbak mengamankan seorang pria yang mengaku sebagai polisi, yang bertugas di Markas Polisi Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu), berada di Jalan Medan-Tanjung Morawa, KM 10,5 Medan.

Dia adalah, Hadi (36), warga Jalan Pertahanan Patumbak, Gang Mawar, Pasar V, Desa Patumbak ll, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, persisnya di Perumahan Citra Lembayung Asri, Jumat (21/9) dinihari, sekira pukul 01.30 WIB.

Menurut Sukarmen (38), warga sekitar, kepada Medan Pos, Jumat (21/9) siang, menyebutkan, bahwa Hadi adalah warga perantau. Dia tinggal di Perumahan Citra Lembayung Asri, dengan cara menyewa rumah milik orang lain, dan sudah sekitar 3 bulan lamanya. Pria yang mengaku sebagai polisi itu, sudah mempunya istri, dan 2 orang putra. Anak pertamanya laki-laki dan anak keduanya perempuan. Kedua anaknya masih kecil-kecil (balita).

Lebih lanjut dikatakannya, penangkapan terhadap Hadi, bermula dengan kecurigaan warga sekitar, yang melihat kalau Hadi sering menggunakan seragam dinas kepolisian, dengan pangkat yang berbeda-beda.

“Terkadang pangkatnya briptu, terkadang pangkatnya bripka,” terang Sukarmen.

Berdasarkan kecurigaan itu, warga pun melaporkannya ke Polsek Patumbak. Atas laporan warga, polisi langsung mendatangi rumahnya, dan mengintrogasinya. Hasil dari introgasi yang dilakukan petugas, diketahui, bahwa Hadi ternyata polisi palsu (gadungan). Namun, ketika warga menanyakan, untuk apa mengaku polisi dan berpakaian dinas polisi. Dia mengaku untuk membantu masyarakat, jelas Sukarmen menirukan ucapan Hadi. Namun, setelah petugas mendapatkan keterangan dari Hadi, bahwa dirinya bukanlah polisi benaran, maka petugas langsung memboyongnya ke Mapolsek Patumbak, dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Patumbak.

“Guna proses lebih lanjut, seorang pria yang mengaku oknum polisi itu masih kita amankan,” terang Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar SIK.(reza)

Teks foto : Hadi (tengah)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.