TKP : Marelan

Kasubdit I/Indag, Kompol Roman Smaradana Elhaj memaparkan kasus pengoplos gas bersubsidi dan roko dengan cukai palsu, Jumat (28/9/2018) (istimewa)

DUTAMEDAN.COM -POLDASU | Personel Subdit I/Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut membongkar pengoplosan gas elpiji bersubsidi, Rabu (26/9/2018) di Gudang Becer yang berada di Jalan Marelan 6 Pasar II Timur, Komplek Marelan Permai, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Marelan.

Dari lokasi penggerebekan, petugas mengamankan 500 tabun tabung gas elpiji 3 kilo, dan tabung non subsidi 50 kg dan 12 kg dan tersangka, Ali Hamka.

“Tersangka mengaku kurang lebih 1 bulan sudah menjalankan bisnis ilegalnya,” pungkas Kasubdit I/Indag, Kompol Roman Smaradana Elhaj, Jumat (28/9/2018).

Roman juga menerangkan modus pelaku adalah dengan mengoplos gas 3 kilo ke tabung gas 50 kilo dan 12 kilogram.

“Jadi untuk tabung gas 50 kg memerlukan 19 tabung gas 3 kg, dari harga 1 tabung gas 50 kg tersangka mendapat keuntungan Rp 100 ribu,” pungkas Roman.

Dalam menjalankan bisnis, pelaku menjual gas non subsidi itu ke sejumlah wilayah di Medan. “Untuk tabung gas subsidi nya, pelaku leles (ambil) dari agen-agen yang ada di Medan pula,” ujarnya.

Tersangka, ALi Hamka dijerat Pasal 62 ayat 1 UU Republik Indonesia Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan Pasal 53 Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, serta Pasal 1 angka 8 peraturan menteri ESDM Nomor 13 tahun 2018 tentang kegiatan penyaluran bahan bakar minyak, bahan bakar gas dan LPG dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Selain membongkar praktik pengoplosan gas bersubsidi, petugas juga mengamankan roko sebanyak 38 kota dengan cukai palsu di Jalan Bromo, Medan.

Untuk mengelabui petugas, pelaku memasukkan rokok ilegal itu ke dalam kardus bergambar udang.

“Jadi pita cukainya dibuat sendiri (dipalsukan). Barang itu dikirim dari Sidoarjo via jasa travel,” katanya. (bsr)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.