Komplotan Pencuri Spesial Bus Penumpang Antar Lintas di Simalungun Diringkus

0
199
Komplotan Pencuri Spesial Bus Penumpang Antar Lintas di Simalungun Diringkus


P.Siantar – Komplotan Spesialis Pencuri Perhiasan dan handphon di bus angkutan umum marak di Simalungun. Pelakunya ini tidak sendirian dalam beroprasi. Untunglah anggota Unit Jahtanras Polres Simalungun berhasil meringkus 4 orang kemplotan pencuri perhiasan dan handphone yang sering beroprasi di Jalan Lintas Sumatera Pondok buluh, Simalungun dan di bus jurusan Dolok Sanggul.

Kemplotan yang beroperasi di angkutan umum di jalan Lintas Sumatera dan di jalan umum parapat – Siantar Km 20, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun berhasil dibekuk pada Rabu 05 September 2018, di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Poltak Simbolon. 4 Orang pencuri ini diringkus di tempat lokasi yang berbeda. Hal ini disampaikan oleh Waka Polres Simalungun, Kompol Zulkarnain Pane Saat press release nya di lapangan olahraga kompleks Aspol (Asrama Polisi) Jalan Sangnaualuh, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Rabu (12/9/2018) Sore tadi, sekitar pukul 14.00 WIB.

“4 Orang Pencuri ini berinisial, LS (46), RS (45), DL (35) dan JT (26). Pertama diringkus LS, ia hendak menuju ke kosan nya di Tebingtinggi, dan berlanjut ketiga pelaku RS, DL dan JT diringkus di Kota Siantar pada hari yang sama Rabu (5/9) Lalu. Keempat pelaku ini, mantan redivis dengan kasus yang sama,” Kata Kompol Zulkarnaen Pane ke metropublik.com.

Komplotan ini Lanjut Zulkarnaen mengatakan, melakukan aksi nya di dua lokasi yang berbeda. Pertama mereka melakukan pada Rabu (22/8/2018) Lalu di Jalan Lintas Sumatera Pondok buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, dengan korbannya SN boru Manulang (58) warga jalan Sait ni huta Lumban purba, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas saat di dalam bus penumpang jurusan Medan – Dolok Sanggul. Sabtu (01/9/2018) lalu, didalam bus penumpang jurusan Parapat – Siantar jalan Umum Km20, Nagori Dolok Pardamean, Kecamatan Dolok Panribuan. Keempat pelaku kembali melakukan aksi pencurian terhadap korban RM (38) warga gang Enam belas, Kecamatan Belawan, Kota Medan.

“Komplotan ini melakukan di dua lokasi yang berbeda, Namun modus nya sama mereka lakukan di dalam bus, barang yang mereka curi Kalung Emas dengan berat 38 gram, Emas 24 karat bentuk rante balok dengan mainan permata merah, Satu pasang anting-anting berlian dan HP merek Samsung, dengan kerugian ditaksir Rp.40 Juta, Uang kontan juga ada, sudah mereka habis kan,” Ucapnya.

Zulkarnaen mengungkapkan, Awalnya mereka Merental mobil, sesampai di jalan Lintas Umum, kemudian salah satu pelaku JT, turun dari mobil dan langsung menyetop Bus penumpang sambil berteriak toba…toba…toba. Setelah Bus berhenti JT langsung nyamperi sopir bus alasan negosiasi ongkos, sementara teman pelaku LS berpura-pura menjadi penumpang dan menaiki Bus tersebut.

“JT dengan modus nego ongkos, dengan tujuan untuk memecah konsentrasi Sopir. Dan Si LS seolah-olah menjadi penumpang, saat naik kedalam bus dengan membawa tas besar dengan jaket di tangan sebelah kiri nya dengan mendesak-desak dan menggeser- geser tempat duduk penumpang sambil mengatakan dengan bahasa daerah (pageser hamu saotik inang) “geser sedikit ibu” dengan tujuan agar penumpang merasa tidak nyaman dan lengah, saat itu juga LS mengambil barang penumpang dengan menggunakan tangan sebelah kirinya dengan dititupi jaket,” Ungkapnya.

Setelah berhasil mencuri barang penumpang, LS memberi kode kepada JT. “JT langsung mengatakan ke sopir bus dengan alasan Bus tersebut sudah penuh, (tidak jadilah saya berangkat, saya naik mobil yang lain Saja). Pelaku RS dan DL Siaga menunggu di dalam mobil yang mereka rental tersebut denga posisi di belakang bus,” Pungkas Zulkarnaen.

Akibat perbuatan nya Keempat Komplotan pencuri LS, RS, DL dan JT dikenakan dengan pasal 363 ayat 1 ke 4e Jo pasal 65 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 Tahun Penjara. (Rizal Siregar).https://apis.google.com/js/platform.js



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.