Medan (SP) – Salamah (42) warga Jalan Kapten Muslim Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Helvetia menjadi korban dugaan penipuan. Selain Salamah, Boru Sitanggang (42) pegawai Negeri Sipil (PNS) diduga juga menjadi korban berinisial S alias Said (62) warga Komplek Tanjung Gading Kecamatan Medan Deras Kabupaten Batubara.

“Uang sudah saya serahkan ke dia (S),” kata boru Sitanggang di Polda Sumut Rabu (22/8) kemarin.

Sebutnya uang senilau Rp 470 juta untuk biaya kepengurusan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Bedanya, dugaan penipuan dilakukan terduga S belum dilaporkan ke Polda Sumut. Alasannya, ia masih menimbang adanya itikad baik secara kekeluargaan untuk membayar uang senilai Rp 470 juta.

“Kalau ibu ini (Boru Sitanggang) belum mengadukan S ke Polda Sumut,” kata Salamah di-dampingi Boru Sitanggang.

Masih kata dia, S sudah ditangkap di Stabat Kabupaten Langkat setelah diketahui berpindah-pindah tempat tinggal.

“Selama menghilang S selalu berpindah-pindah alamat,” kata Boru Sitanggang.

“Pernah tinggal di Perdagangan, Balam, Kandis, Perkebunan di Kandis,” kata Boru Sitanggang lagi.

Selain mereka, satu lagi terduga korban S. Dia adalah Erna, warga Medan.

“Buk Erna diduga jumlah kerugiannya lebih kurang Rp265 juta,” kata Boru Sitanggang.

Uang senilai Rp 265 juta, sebagai uang kepengurusan CPNS. Untuk tamatan Sarjana (S1) dan Diploma (D3), S meminta Rp150 juta dan untuk lulusan SMA senilai Rp 100 juta.

Sebelumnya, tim penyidik Subdit I/Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut akhirnya memanggil istri S untuk dimintai keterangannya dibalik dugaan penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) senilai ratusan juta.

“Sudah kita panggil istrinya, tapi yang bersangkutan tidak hadir,” kata Kompol AR Purba Kanit 3 Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut, belum lama ini.

Sebutnya, pemanggilan terhadap istri terduga tersangka S dilakukan penyidik pekan lalu.”Kita panggil minggu lalu, sebut Kompol AR Purba.

Disinggung pemanggilan terkait dugaan ikut terlibat atau mengetahui uang dugaan penipuan mengalir kemana? “Istrinya tidak terlibat,” kata Kompol AR Purba.

Soal dana aliran dugaan penipuan. Sebutnya, dalam kasus ini penyidik hanya memeriksa dugaan penipuan.

“Dugaan penipuan aja yang kita tangani, kalau dana tersebut silahkan pelapor melakukan gugatan secara perdata,” kata AR Purba lagi.

S dilaporkan Salamah (42) warga Jalan Kapten Muslim Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Helvetia. Dalam laporannya, Salamah mengaku mengalami kerugian ratusan juta.

“Kalau saya lebih kurang Rp 470 juta,” kata Salamah menjelaskan.(red)

Teks foto : terduga S

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.