Medan (SP) – Mahasiswa dari Koalisi Mahasiswa Nasional Indonesia (KMNI) Sumatera Utara mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, Jalan Perintis kemerdekaan, Medan pada Selasa (4/9/2018).

Kedatangan mahasiswa ini mempersoalkan seleksi calon anggota KPU Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Periode 2018-2023.

Hal yang dipersoalkan massa yaitu lolosnya salah satu calon yakni Rahmat Efendi Tambunan yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pimpinan DPRD dan ketua Partai Politik di Labura.

“Kami (massa) sangat mengkhwatirkan independensi calon komisioner tersebut kedepannya, kami meminta KPU RI dan KPU Sumut mempertimbangkan untuk tidak meloloskan Rahmat Efendi Tambunan,” tegas Kordinator KMNI Sumut, Sofyandi Lubis.

Selain kwatir tidak independen, massa juga menolak Rahmat Efendi Tambunan karena selama menjadi komisioner KPU di Labura satu periode, Rahmat dinilai kurang aktif.
Bukan itu saja, massa juga memperoalkan dugaan ijazah palsu calon anggota KPU Labura 2018-2023 yaitu Sarjana dari salah satu kampus/universitas di Labura dan meminta Kapolda Sumut untuk mengusutnya.

Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea menerima massa. Dilokasi Mulia membenarkan bahwa Rahmat Efendi Tambunan masuk dalam 10 besar calon anggota KPU Kabupaten Labura yang saat ini sedang diproses KPU RI.

“Berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017 bahwa rekrutmen anggota KPU kabupaten/kota merupakan kewenangan KPU RI, aspirasi dari saudara-saudara akan kami tindaklanjuti,” ungkapnya.(reza)

Teks foto : Massa KMNI Sumut saat melakukan aksi di kantor KPU Sumut

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.