Puluhan Warga Desa Jambur Pardamouan Kecewa Kinerja Polres Tobasa dan Minta Keadilan di Polda Sumut

0
392
Puluhan Warga Desa Jambur Pardamouan Kecewa Kinerja Polres Tobasa dan Minta Keadilan di Polda Sumut

Medan (SP) – Puluhan warga Desa Jambur Pardamouan Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mendatangi Mapolda Sumut, Selasa (14/8/2018).

Mereka meminta keadilan kepada pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut terkait laporan mereka pada 2017 silam yang tertuang dalam surat laporan nomor LP/110/V/2017/SU/TBS tidak ditanggapi Polres Tobasa.

Kuasa Hukum Supralika Kemitraan, Donsisko Peranginangin mengatakan, kedatangan mereka ke Polda Sumut untuk melaporkan penyidik Polres Tobasa karena tidak menanggapi surat laporan mereka.

“Kedatangan kami juga untuk meminta kepada pihak Polda Sumut untuk menangkap kelompok yang mengatasnamakan Popoaran Pande Na Bolon karena sudah mengklaim tanah mereka di Desa Jambur Pardamouan, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa sebagai tanah mereka,” kata Donsisko di Mapolda Sumut.

Dia mengaku, pihak Pande Na Bolon dan masyarakat sudah pernah hendak melakukan mediasi, namun gagal.
Sebab, pihak Pande Na Bolon malah melaporkan masyarakat melakukan pengrusakan dan berujung 8 orang masyarakat divonis di Pengadilan Negeri Balige.

Setelah itu, kata Donsisko, pada 18 Mei 2018, seorang warga diketahui bernama Roganda Manik melaporkan peristiwa pengrusakan yang dilakukan pihak Panda Na Bolon ke Polsek Lumbanjulu. “Di situ pihak saksi pelapor sudah diperiksa. Namun hingga saat ini tidak ada kejelasan terkait laporan tersebut dari pihak penyidik Polres Tobasa,” sesalnya.

Karena itu, sebut Donsisko, jelas terlihat pihak penyidik di Polres Tobasa dan Polsek Lumbanjulu tidak melaksanakan tugas penegakan hukum secara profesional, dan transparan. “Seharusnya setiap laporan yang disampaikan masyarakat diproses dengan baik sebagaimana aturan yang ada,” sebutnya.

Dikatakannya, adapun tanah yang diklaim pihak kelompok Panda Na Bolon seluas 60 Hektar. Awalnya, para leluhur sepakat untuk membagi rata tanah tersebut kepada masyarakat seputar Ajibata. “Namun semua laporan polisi tidak diketahui perkembangannya. Itu yang kita sesalkan. Makanya kita mendatangi Polda Sumut,” tukasnya.

Baca Juga:  Update! PDP Corona Meninggal di Rumah Sakit Madani Medan

Sementara, Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan adanya sekelompok masyarakat berunjukrasa karena merasa lahan mereka diserobot kelompok warga. “Kita akan pelajari dulu kasusnya dan setelah itu akan kita ambil tindakan,” tandas MP Nainggolan.(reza)

Teks foto :massa saat di Mapolda Sumut

Sumber : Bareskrim.com

Advertisements