Medan (SP) – Latif Rahman Lubis (30) bernasib malang. Pasalnya, ia di jemput 4 orang petugas Polsek Batang Kuis di tokonya Jalan Medan Batang Kuis, Dusun 1, Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Informasi yang di dapat, Rabu (15/8/2018) Latif Rahman Lubis dijemput petugas Polsek Batang Kuis pada Selasa (7/8/2018) karena di duga membeli puluhan bungkus berbagai jenis Rokok dari seorang supir Angkutan Kota (Angkot) bernama Totek.

Latih Rahman Lubis berani membeli berbagai macam rokok, dari Totek karena Totek mengaku dapat rokok di angkotnya. Latif Rahman Lubis pun membeli berbagai bungkus rokok, yang di jual Totek seharga Rp 2 juta. Itupun pembayaran yang di sepakati, dua kali pembayaran. Pertama Rahman Lubis membayar sebesar Rp.1.200,000 dan yang kedua Rp 800,000.

Beberapa keluarga Latif Rahman Lubis, saat di temui di Mapolda Sumut mengungkapkan, Latif Rahman Lubis di datangi petugas Polsek Batang Kuis dengan alasan di suruh melihat seseorang di dalam mobil.

Setelah di lihat Latif, ia tidak mengenalinya. Lalu 4 petugas Polsek Batang Kuis menyuruh Latif ikut di bawa ke kantor Polisi tanpa ada pemberitahuan kepada keluarga. Padahal, ayah Latif Rahman saat itu berada di toko juga. Namun 4 petugas ini tidak meminta ijin dan menunjukan surat penangkapan kepada Ayah Latif Rahman.

“Para petugas Polsek Batang Kuis berpakaian preman (tidak pakaian dinas) tidak meminta ijin dan menyerahkan surat penangkapan untuk membawa Latih Rahman Lubis ke Kantor Polisi bang,” Kata seorang wanita berhijab salah satu keluarga Latif Rahman Lubis.

Lebih lanjut lagi, pihak keluarga Latif Rahman Lubis merasa heran dengan perkataan ke empat petugas tersebut yang menjanjikan akan membantu bila mengikuti perintah.

“Yang buat kami heran, 4 petugas tersebut mengatakan sudah ikut saja kamu, kalau mau di bantu. Tapi sampai dinihari, Latif Rahman Lubis di tahan atas tuduhan dengan dugaan membeli rokok curian yang di jual Totek,” keluh keluarga Latif.

Pihak keluarga Latif juga merasa heran, surat penangkapan dengan Nomor SP.Kap 170/VIII/2018 Reskrim yang di keluarkan petugas Polsek Batang Kuis setelah 1X24 jam Latif Rahman di tahan. Apalagi di surat penangkapan itu Latif Rahman Lubis di kenakan Pasal 480 dan Pasal 363.

“Makanya kami merasa keberatan, saudara kami itu di kenai dua Pasal. Padahal, Latif Rahman Lubis hanya membeli rokok dari Totek seorang supir angkot yang mengaku dapat Rokok dari dalam angkotnya,” jelasnya.

Sementara Ketua Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan (LP3SU) Salfimi yang mendampingi kasus ini menyatakan seharusnya Latif Rahman ini bisa bebas demi hukum. Karena Latif membeli rokok berdasarkan Totek bahwa rokok itu dapat didalam angkotnya (barang penumpang yang ketinggalan. “Pengakuan Latif begitu, ini mengapa dikenakan Pasal 363 juga. Jelas sudah tidak singkron lagi, dengan dua Pasal yang di beri petugas Polsek Batang Kuis,” tegasnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis Ipda Randi saat di konfirmasi wartawan pada Kamis (23/8/2018) siang di Mapolda Sumut mengatakan Latif Rahman Lubis di tahan karena sebagai penampung barang curian dari Totek.

Hal tersebut setelah Totek dan rekanya bernama Iqbal alias Kincit, Syamsul Yahya yang kini (DPO) membongkar Toko Makmur Jaya, milik korban bernama Hendry di Jalan Niaga, Nomor 43, Dusun X, Desa Batang Kuis.

“Pembongkaran toko yang di lakukan Totek dan rekanya, tanggal 25/Juni/2018. Sedangkan Latif Rahman Lubis, sebagai penampung barang curian dari Totek,” terang Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis.

“Atas kasus ini Latif Rahman di kenai Pasal 480, sedangkan pasal 363 itu karena Latif sebagai penadah barang curian, makanya dibuat pasal 363,” ujar Kanitreskrim.(reza)

Teks foto : Keluarga Latif saat di Mapolda Sumug

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.