Dua Sidik Jari Ungkap Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AU

0
147
Dua Sidik Jari Ungkap Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI AU

Medan (SP) – Berkat kerja keras tim Inafis, Subdit III/Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut bekerjasama dengan Polres Binjai dan Polsek Kutalimbaru, akhirnya terungkap terduga tersangka pembunuhan itu adalah PG (31), warga Jalan Samanhudi Lingkungan IV, Binjai Selatan, Kota Binjai.

“Keberhasilan mengungkap kasus itu berawal dari tim identifikasi (Inafis) mengetahui identitas korban dari sidik jarinya,” ujar Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian melalui Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak kepada awak media, Senin (13/8/2018).

Menurut Maringan, kondisi korban yang sudah membusuk menyulitkan proses identifikasi. Sisa dua jari korban dimaksimalkan untuk dasar penyelidikan hingga menggunakan media cuka dan air panas.

“Terungkapnya identitas korban juga dikuatkan keterangan keluarganya yang mengenali pakaian dalamnya,” kata Maringan.

Selanjutnya, sambung Maringan, Unit I Bajak Sandera, Unit II Bunuh Culik (Buncil), Unit V Vice Control (VC) Subdit III/Umum Ditreskrimum Poldasu, Polres Binjai dan Polsek Kutalimbaru menyelidiki kebiasaan serta orang terdekat korban sebelum pembunuhan itu terjadi.

Hasilnya, diketahui korban memiliki kegemaran berburu tupai dan selama dua bulan belakangan kerap bersama terduga tersangka. Biasanya perburuan tupai itu dilakukan korban di kawasan Binjai Selatan. Sedangkan terduga tersangka sering berburu di sekitar tempat kejadian perkara.

“Kita mendatangi kediaman korban di Sari Rejo, Medan Polonia dan tempatnya biasa berburu. Kita mengetahui dua bulan belakangan ini, korban selalu berburu bersama terduga tersangka,” ungkap Maringan.

Diterangkan Maringan, aksi pembunuhan itu memang sudah direncanakan terduga tersangka, diawali ketertarikan untuk menguasai harta benda korban. Terduga tersangka tergiur melihat uang sekira Rp 4 juta yang terlihatnya ketika korban membayari minumannya di sebuah warung di Binjai.

Setelah itu, terduga tersangka mengasah parang miliknya untuk digunakan menghabisi korban. Lajang itu merencanakan mengeksekusi korban di tempat kejadian perkara (TKP) yang situasinya sudah dikenalinya.

Tapi, terduga tersangka salah perkiraan karena pada waktu kejadian, korban tidak membawa uangnya seperti yang dilihat semula. Dia hanya merampas handphone dan sepeda motor korban serta dompet.

“Terduga tersangka sudah merencanakannya, hanya karena ingin menguasai harta benda korbannya. Dia sempat menggerinda (asah) parangnya,” terang Maringan.

Kepada penyidik, lanjut Maringan, terduga tersangka mengakui perbuatannya. Namun, dia membantah telah memenggal kepala korban hingga terpisah dari tubuhnya.

Kuat dugaan, kepala korban ditemukan sekira 15 meter dari tubuhnya karena ditarik atau diseret binatang pemangsa.

“Terduga tersangka mengaku hanya dua kali menebas korban dan kepalanya tidak putus. Dugaan kita dan berdasarkan kondisi kaki korban yang ditemukan bekas gigitan binatang, kepala korban terputus karena ditarik (binatang),” sebut Maringan.

Sementara Kanit II Buncil didampingi Kanit V VC mengatakan, terduga tersangka dijerat pasal 340 jo pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun.

Sebelum ditemukan tewas, korban telah dilaporkan istrinya hilang ke Mapolsek Medan Baru pada 1 Agustus lalu. Korban dilaporkan keluar rumah sejak 22 Juli lalu.

Berita sebelumnya, pensiunan TNI AU Lanud Soewondo, Pelda (Purn) Rusdianto Barus ditemukan tewas mengenaskan dengan kepala terpisah di perkebunan Namorubejulu, Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang pada (5/8/2018).

Kondisi jasad korban yang mulai membusuk dan terpisah kepala dengan tubuh serta tidak adanya identitas membuat kepolisian harus ekstra untuk mengungkap kasus pembunuhan pensiunan TNI AU itu. (reza)

Teks foto : korban

Sumber : Bareskrim.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.