Medan – Delapan puluh persen masuknya narkoba yang ada di dunia, kususnya Indonesia melalui jalur laut dan pelabuhan tikus.

Hal ini dikatakan Irjen Pol Arman Depari, Deputi Pemberantasan BNN Pusat saat berkunjung ke warkop Jurnalis Medan, Selasa (21/8/18).

Dikatakannya, jalur laut merupakan jalur yang mudah dan jauh dari jangkauan. Sehingga banyak sindikat narkoba jaringan Internasional menggunakan jalur tersebut.

“jalur laut itu menurut para sindikat narkoba sangat efisien untuk dijadikan transaksi, oleh karena itu, kita harus memantau terus jalur laut agar peredaran narkoba tidak terjadi,” ujarnya.

Dikatakannya, biasanya, Selat Malaka, Pantai Timur banyak digunakan untuk transaksi narkoba.” Tanjung Balai merupakan basis yang cukup diperhatikan dalam peredaran narkoba melalui jalur laut, ” pungkasnya.(Bz)https://apis.google.com/js/platform.js



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.