Ainal Syabri, “Jangan Sampai Budaya Kita Diambil Orang!”

0

Ainal Syabri, pria kelahiran Padang Panjang, 7 Januari 1997 merupakan salah satu mahasiswa berprestasi yang berasal dari Universitas Sumatera Utara, Fakultas Ilmu Budaya, jurusan Etnomusikologi. Dalam kesehariannya, pria yang akrab disapa Ainal ini aktif sebagai mahasiswa yang tidak hanya terus belajar dan mendalami kearifan lokalnya, tetapi juga mengajarkan kepada mahasiswa-mahasiswi lain tentang budaya Minangkabau yang sangat ia cintai.

Dalam beberapa tahun terakhir Ainal telah menorehkan puluhan penghargaan dan meraih puluhan predikat juara pula dalam berbagai ajang dengan membawa budaya Minangkabau bersamanya, baik dalam skala nasional maupun internasional. Ainal bahkan pernah menginjakkan kakinya di Negeri Gajah Putih, Thailand untuk mempertontonkan budaya khas Minangkabau kepada para pecinta budaya di sana.

Ainal Syabri, “Jangan Sampai Budaya Kita Diambil Orang!”
Ainal Syabri, “Jangan Sampai Budaya Kita Diambil Orang!”

Belakangan ini Ainal aktif mengkampanyekan kecintaannya terhadap budaya lokalnya melalui beberapa radio lokal yang berada di kota Medan. Ainal sering menceritakan tentang bagaimana orang luar negeri sangat mengapresiasi dan bahkan sering kali ingin mempelajari budaya lokal milik kita, warga Indonesia. Namun sedih bagaimana warganya sendiri, terutama pemuda-pemudinya, sudah mulai kehilangan ketertarikan terhadap kearifan lokalnya sendiri.

Ainal berkata untuk melestarikan sebuah budaya, kita tidak perlu harus menorehkan prestasi gemilang terlebih dahulu atau membawa budaya tersebut dalam berbagai ajang, yang perlu kita lakukan adalah mempelajari dan mendalami budaya tersebut agar kita mengerti dan dapat terus membawa budaya itu bersama kita dan mengajarkannya kepada orang lain. “Jangan sampailah budaya kita itu diambil oleh orang luar (negeri), dan jangan sampai ketika itu terjadi kita baru bersuara menyatakan bahwa budaya itu milik kita”, ujarnya di salah satu program radio yang ia kunjungi beberapa waktu yang lalu.

Ainal ingin terus membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai dan mendalami kearifan lokal masing-masing, agar budaya kita tidak habis tergusur oleh budaya Barat yang mencekoki generasi muda saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.