kanalsiantar.com – Siregar adalah anak bungsu dari 9 bersaudara yang terdiri dari 7 laki-laki dan 2 perempuan dari anak Siraja Lottung dan istrinya Siboru Pareme. Pada awalnya Siraja Lottung bermukim di desa Banua Raja yang terletak di perbukitan di atas desa Sabulan, tepat di pinggiran Danau Toba, berseberangan dengan pangururan di Pulau Samosir.

Suatu ketika terjadi banjir besar yang melanda desa Banuraja dan Sabulan, sehingga anak keturunan Siraja Lottung terpaksa mengungsi yaitu: Sinaga dan Pandiangan ke Urat salah satu wilayah di kecamatan Palipi, Nainggolan ke Nainggolan yang sama-sama juga berada di Pulau Samosir.

Sedangkan Simatupang dan Aritonang mengungsi ke pulau sibandang dan siregar ke aek Nalas-Sigaol, namun Situmorang tetap bertahan di Banuraja dan Sabulan.

Suatu hari si Aritonang memanggil adiknya Siregar dari Aek Nalas-Sigaol ke desa Aritonang di Muara dan kemudian menetap dan beranak pinak disitu. Selanjutnya dari desa Aritonanglah, Siregar menyebar di sekitar muara.

Konon, terjadi suatu kemarau panjang yang mengakibatkan gagal panen sehingga keturunan Siregar berpindah lagi menuju Siborong-borong-humbang dan langsung membangun kampung disana yang diberi nama Lobu Siregar.

Kemudian untuk mencari kehidupan yang lebih baik, dari sini mereka berangkat lagi ke Pangaribuan dan selanjutnya sebagian menuju Sibatang kayu, setelah bermukim beberapa lama, mereka kembali menjelajah ke Bunga Bondar sampai ke Sipirok, Tapanuli Selatan.

Mendengar saudara-saudaranya berhasil memperbaiki kehidupan di perantauan, sebagian marga Siregar yang tadinya masih tinggal di Muara berangkat menuju Tarutung Sihidung dan mendirikan kampung yang diberi nama Desa Simarla Pansur Napitu. Dari desa tersebut mereka menjelajah lagi menuju Pantis-Pahe dan beranak pinak disana.

Kemudian salah satu keturunan marga Siregar ini menjelajah lagi dan mendirikan kampung di Onan Hasang yang masih berada di sekitar Pahae, terus dilanjutkan lagi untuk menjelajah dan mendirikan nama kampung Simangumban dan Bulu Payung.

Toga Siregar Memiliki 4 orang anak laki-laki, yaitu:
1. Siregar Silo
2. Siregar Dongoran
3. Siregar Silali, dan
4. Siregar Siagian.

Sedangkan marga Sormin dan marga Ritonga adalah merupakan yang berasal dari keturunan Toga Siregar, dimana Sormin dan Baumi berasal dari keturuanan Siregar Silo sedangkan Ritonga berasal dari Siregar Silali.

Keturunan mereka lah hingga saat ini kita kenal dengan marga Siregar, yang perkembangannya ada  yang mengaku menyebut marga nya dengan sebutan : Marga Siregar ( Silo, Sormin, Baumi) adalah keturuanan dari Siregar Silo, Marga Dongongan (ada yang menyebut mereka dengan Siregar Salak dan Sirgar Pahu), marga Silali (ada yang menyebut mereka marga Siregar Ritonga) dan marga Siagian.

Sumber Tulisan: Silsilah & Asal-usul marga-marga Batak dari Siraja Batak Oleh Lin Sugianto Saragih, S.Sos

(function(d, s, id){var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];if (d.getElementById(id)) return;js = d.createElement(s); js.id = id;js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0”;fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.