Ternyata, Masih Banyak Upacara Adat Simalungun Yang Masih Dilaksanakan

0
618
Ternyata, Masih Banyak Upacara Adat Simalungun Yang Masih Dilaksanakan
DUTAMEDAN.COM – Horas Hun bani nasiam, haganupan, Demikianlah salam yang sering diucapkan oleh orang-orang etnis simalungun kepada rekan-rekannya dan saudara-saudaranya.
Kali ini, Redaksi ingin membagikan kepada saudara-saudara khususnya yang ingin mengenal upacara adat simalungun yang masih dilaksanakan hingga saat ini, diantaranya:
1. MAMONGKOT RUMA BAYU
Mamongkot ruma
bayu ini adalah suatu tradisi yang biasanya dilaksanakan ketika akan memasuki
rumah baru, di lakukannya upacara ini bertujuan untuk mendoakan orang yang akan
menempati rumah tersebut dimudahkan rejekinya dan dihindarkan dari segala
bentuk masalah. 

Diselengarakannya upacara ini bisa untuk menjalin silatuhrami
antar warga yang akan menempati rumah tersebut.
2. MANGILIKI
Ini adalah upacara untuk mengormati orang yang sudah meninggal
yang telah memiliki cucu.  Serta untuk
melihat keberadaan keluarga dari orang tersebut.
3. MANOMBAH
Ini adalah upacara yang dilakukan untuk lebih mendekatkan
kepada sesembahanya. Masyarakat simalungun jaman dahulu percaya bahya semua
kebidupan di dunia ini diberikan oleh Tuhan.
Maka dari itu mereka percaya keselamatan mereka tergantung juga kedekatan mereka dengan Tuhan. Sama dengan Agama yang  sudah dianut banyak masyarakat simalungun, bahwa keberadaan Tuhan itu mutlak sehingga dituntut untuk mendekatkan diri pada-Nya.
4. MARANGGIR
Ini adalah upacara yang dilakukan untuk membersihkan
seseorang dari perbuatan-perbuatan tidak baik yang disebabkan oleh pengaruh roh
jahat  yang memasuki tubuh seseorang
tersebut. Dalam prosesi upacara ini membutuhkan bahan jerut purut, bunga  tujuh  rupa, serta air, untuk memandikan seseorang
yang diyakini dimasuki oleh roh jahat tersebut
5. MARHAJABUAN
Ini merupakan upacara yang wajib dilakukan oleh para pengantin
di suku simaulungun, marhajabuan sendiri dilakukan untuk memberi pemberkatan saat
dilaksanakannya pernikahan , jika upacara  marhajabuan tidak dilaksanakan
maka pernikahan belum dianggap sah oleh adat.
6. PATUEKKON
Patuekkon adalah tradisi memandikan bayi sebelum pemberian nama
anak oleh kedua orang tua bayi tersebut. Menurut orang simalungun, nama merupakan
doa yang akan selalu tersebut untuk anak tersebut kelak.
7. RONDANG BITTANG
Dulu acara ini diadakan tahunan karena mendapat panen yang
melimpah dan agar mendapatkan jodoh bagi muda-mudi di suku simalungun, tapi
sekarang tradisi ini bergeser menjadi acara tahunan untuk menjalin silaturahmi
antar desa di simalungun, serta sarana untuk melestarikan kebudayaan karena di
acara tersebut diselipkan acara kesenian juga
Advertisements
Baca Juga:  Plt Kadis PU Diperiksa Inspektorat, Terkait Proyek Belum Kelar Sudah Dicairkan