DUTAMEDAN.COM – Berbicara tentang perkawinan memang sangat luas, apalagi jika perkawinan tersebut dilakukan oleh berbeda suku banyak yang harus dijaga tentang larangan-larangan perkawinan. Namun kali ini saya akan membahas tentang perkawinan yang dilarang dalam adat batak toba. Perkawinan untuk masyarakat Batak terutama orang Toba ialah hal yang wajib guna dilaksanakan, dengan menjalankan sebanyak ritual perkawinan adat Batak itu sendiri. Meski memiliki keanehan dan aneka keistimewaan yang terdapat dalam acara tersebut, upacara perkawinan adat Batak Toba pun terkenal paling “merepotkan” andai kita bandingkan dengan upacara perkawinan di wilayah lainnya di Indonesia memang terlihat cukup mudah.

Ini Perkawinan Yang Dilarang Adat Batak Toba
Ini Perkawinan Yang Dilarang Adat Batak Toba

Dalam perkawinan adat Batak Toba pun ada aturan-aturan tertentu yang harus ditaati, dan hukumannya paling tegas yang dianut oleh orang Batak semenjak dulu kala. Jika larangan tersebut dilanggar konon garis keturunan akan mendapat beberapa hal yang tidak baik. Dibeberapa wilayah dan aturan yang berlaku yang dilaksankan oleh penatua masing-masing wilayah berbeda-beda, terdapat yang dihanguskan hidup-hidup, dipasung, dan buang atau diusi dari dusun serta dicoret dari tatanan silsilah keluarga. Meskipun pada saat ini ini sejumlah aturan yang diberlakukan sudah lama sekali, beberapa orang Batak sekarang sudah ada yang melanggarnya.

Namarpandan

Namarpadan/ padan atau ikrar janji yang sudah ditetapkan oleh marga-marga tertentu, dimana antara laki-laki dan perempuan tidak bisa saling menikah yang padan marga. Misalnya marga-marga berikut ini:

  1. Hutabarat & Silaban Sitio
  2. Manullang & Panjaitan
  3. Sinambela & Panjaitan
  4. Sibuea & PanjaitanSitorus & Hutajulu (termasuk Hutahaean, Aruan)
  5. Sitorus Pane & Nababan
  6. Naibaho & Lumbantoruan
  7. Silalahi & Tampubolon
  8. Sihotang & Toga Marbun (termasuk Lumbanbatu, Lumbangaol, Banjarnahor)
  9. Manalu & Banjarnahor
  10. Simanungkalit & Banjarnahor
  11. Simamora Debataraja & Manurung
  12. Simamora Debataraja & Lumbangaol
  13. Nainggolan & Siregar
  14. Tampubolon & Sitompul
  15. Pangaribuan & Hutapea
  16. Purba & Lumbanbatu
  17. Pasaribu & Damanik
  18. Sinaga Bonor Suhutnihuta & Situmorang Suhutnihuta
  19. Sinaga Bonor Suhutnihuta & Pandeangan Suhutnihuta

Namarito

Namarito (ito), atau bersaudara laki-laki dan wanita khusunya oleh marga yang ditetapkan sama paling dilarang guna saling menikahi. Umpanya seprti parsadaan Parna (kumpulan Parna), sejumlah 66 marga yang ada dalam persatuan PARNA. Masih ingat dengan legenda Batak “Tungkot Tunggal Panaluan“? Ya, disana dikisahkan tentang pantangan untuk orangtua yang mempunyai anak “Linduak” kembar laki-laki dan perempuan. Anak “Linduak” ialah aib untuk orang Batak, dan supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kedua anak kembar tersebut diceraikan dan dirahasiakan mengenai kebeadaan mereka, supaya tidak terjadi perkawinan saudara kandung sendiri.

Dua Punggu Saparihotan

Dua Punggu Saparihotan artinya ialah tidak diperkenankan menggelar perkawinan antara saudara abang atau adik laki-laki marga A dengan saudara kakak atau adik wanita istri dari marga A tersebut. Artinya kakak beradik laki-laki mempunyai istri yang ber-kakak/ adik kandung, atau 2 orang kakak beradik kandung mempunyai mertua yang sama.

Pariban Na So Boi Olion

Ternyata terdapat Pariban yang tidak dapat saling menikah, siapa dia sebenarnya? Untuk orang Batak aturan/ ruhut adat Batak terdapat dua jenis untuk kelompok Pariban Na So Boi Olion, yang kesatu ialah Pariban kandung hanya dibetulkan “Jadian” atau menikah dengan satu Pariban saja. Misalnya 2 orang laki-laki bersaudara kandung mempunyai 5 orang wanita Pariban kandung, yang dibetulkan untuk dinikahi ialah hanya di antara dari mereka, tidak dapat keduanya menikahi pariban-paribannya. Yang kedua ialah Pariban kandung/ atau tidak yang berasal dari marga anak wanita dari marga dari ibu dari ibu kandung anda sendiri. Jika ibu yang mencetuskan ibu anda ber marga A, wanita bermarga A baik family dekat atau tidak, tidak diizinkan saling menikah.

Marboru Namboru/ Nioli Anak Ni Tulang

Larangan berikutnya ialah jika laki-laki menikahi boru (anak wanita ) dari Namboru kandung dan sebaliknya, andai seorang wanita tidak dapat menikahi anak laki-laki dari Tulang kandungnya.

Itulah tadi ulasan mengenai larangan pernikahan atau perkawinan dalam adat batak toba yang tidak boleh dilanggar, akan tetapi dibeberapa kasus masih ada yang masih menikah dengan adik dan kakak kandungnya sendiri digaris keturunan yang sama. Semoga anda mengetahui banyak tentang hal ini. Horas!

Apa pendapat anda tentang pos ini? Berikan komentar dibawah ya..

Advertisements

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.