DUTAMEDAN.COM – Gedung Museum Tjong A Fie berada di Jalan Kesawan Medan. Museum ini dibangun sejak 160 th. lalu. Museum ini merupakan rumah dari tokoh Medan yang terkenal, yaitu Tjong A Fie. Tjong A Fie, seorang jenderal yang berpangkat mayor yang ikut berperan besar didalam membangun Kota Medan. Tjong A Fie merupakan seorang saudagar kaya raya yang memiliki sejumlah bisnis. Tidak cuma didalam bidang perkebunan, Tjong A Fie terhitung memiliki bisnis didalam bidang bank dan kereta api. Tjong A Fie lahir pada th. 1860 dan wafat pada th. 1921. Pengusaha, banker, dan kapitan yang lahir di Provinsi Guangdong, Tiongkok ini sangat dekat dan memiliki interaksi yang baik bersama golongan terpandang pada zaman itu, di antaranya Sultan Deli, Makmun Al Rasyid serta para pejabat-pejabat kolonial Hindia Belanda.

Museum Tjong A Fie, merupakan bukti Kerukunan Antar Suku Medan. Tjong A Fie adalah seseorang yang beragama Buddha. Namun, Tjong A Fie sangat hiraukan pada etnis lain. Tjong A Fie sangat terkenal bersama sifatnya yang dermawan didalam mendukung membangun Istana Maimun, Mesjid Raya Al-Ma’sum, Gereja Uskup Agung Sugiopranoto, Kuil Buddha di Brayan, Kuil Hindu untuk warga India, Batavia Bank, Deli Bank, Jembatan Kebajikan di Jalan Zainul Arifin serta mendirikan Rumah Sakit Tionghoa pertama di Medan bernama Tjie On Jie Jan.

Museum Tjong A Fie Jalan Kesawan di Medan
Museum Tjong A Fie Jalan Kesawan di Medan

Museum Tjong A Fie ini menjadi saksi histori pengorbanan yang dilakukan oleh seorang Tjong A Fie. Di rumah inilah Tjong A Fie dan ketiga istri serta anak-anaknya hidup. Rumah yang terdiri dari 2 tingkat ini memiliki luas 6000 m2. Rumah ini memiliki lebih dari satu ruangan yang memiliki manfaat yang berbeda-beda. Sampai selagi ini semen dan atap rumah Tjong A Fie di Jalan Kesawan ini tetap asli dari sejak awal pembangunannya.

Arsitektur bangunan Tjong A Fie merupakan paduan pada arsitektur gaya Eropa dan Melayu. Rumah Tjong A Fie memiliki ruang tamu tertentu untuk menyongsong kunjungan dari Kesultanan Deli di rumahnya. Tjong A Fie merupakan salah satu tokoh yang sangat hiraukan bersama multi etnis yang tersedia di kota Medan. Oleh karena itu, Museum Tjong A Fie kini menjadi saksi histori betapa rukunnya kehidupan dari berbeda etnis pada zaman dahulu.

Di kamar anak kedua Tjong A Fie kini dijadikan sebagai ruang galeri yang berisikan sejumlah dokumentasi foto dari tiap-tiap kesibukan yang dilakukan oleh Tjong A Fie pada zaman dahulu. Tjong A Fie sangat kerap mendokumentasikan tiap-tiap kesibukan yang dilakukannya supaya kini kita dapat bersama gampang mempelajarinya secara detil meski beliau udah wafat. Pada ruang ini, pengunjung terhitung tidak diizinkan untuk mengambil alih gambar.

Pada ruang tidur Tjong A Fie terdapat berkas pertama yang dibawa oleh Tjong A Fie pada awal kedatangannya di Medan. Di ruang tidur Tjong A Fie yang bergaya klasik ini pengunjung tidak diizinkan untuk mengambil alih foto. Desain daerah tidur bersama kelambu tingkatkan kesan klasik pada ruang tidur punya Tjong A Fie ini. Kamar tidur Tjong A fie ini terhitung dilengkapi bersama meja hias, lemari serta kursi enjoy yang disertai lebih dari satu buku yang kerap dibaca oleh Tjong A Fie dan istrinya.

Setelah dari kamar tidur Tjong A Fie, pengunjung diarahkan menuju rumah makan Tjong A Fie yang berbahan basic kayu. Di atas meja makan punya Tjong A Fie ini terdapat berabagi koleksi piring dan gelas keramik tempo dulu. Di ruang makan rumah Tjong A Fie ini terdapat sebuah rantang yang berukuran besar yang terbuat dari kayu asli. Konon, rantang inilah yang dipakai istri Tjong A Fie untuk mengimbuhkan bekal makanan bagi Tjong A Fie.

Pada Museum Tjong A Fie ini terdapat ruang ibadah yang lumayan luas bersama dilengkapi pernak-pernik ala suku Tionghoa dan lebih dari satu lukisan serta pajangan yang berbahasa Tionghoa. Kediaman Tjong A Fie memiliki ruang kumpul keluarga yang dipenuhi banyak kursi yang terhitung berbahan kayu. dan ruang tamu yang bergaya Melayu bersama dominasi warna kuning.

Tjong A Fie mendesain bagian-bagian di rumahnya bersama budaya dari berbagai etnis yang tersedia di Medan. Ini menandakan bahwa Tjong A Fie adalah orang yang mencintai multi etnis tanpa pandang suku bangsa. Rumah Tjong A Fie yang kini menjadi museum ini dilengkapi bersama banyak jendela yang tidak jauh berbeda bersama desain dari Istana Maimun. Pada lantai dua museum Tjong A Fie ini terdapat ruang yang sangat luas. Dimana ruang ini dahulu dijadikan daerah untuk menari dan berdansa. Ruangan ini terhitung dilengkapi bersama kursi-kursi kayu dan 2 cermin di segi kanan dan kirinya

Jika dambakan berkunjung ke daerah bersejarah yang satu ini, kamu lumayan membayar retribusi sebesar Rp. 35.000,- dan kamu bakal mendapatkan banyak ilmu dan perjalanan dari Tjong A Fie yang bakal dijelaskan dan dipandu oleh guide yang udah di sediakan di museum ini. Di daerah bersejarah ini kamu terhitung diizinkan berfoto di lebih dari satu ruang yang tersedia di museum Tjong A Fie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here