- Advertisement -
Beranda Media Informasi Terkini Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe

Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe

- taro disini iklan Mu -

DUTAMEDAN.COM – Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe, Ada beberapa situs budaya atau cagar budaya yang terdapat di Sumatera Utara. Merupakan salah satu yang baru saja saya kunjungi beberapa hari yang lalu, yaitu Situs Gua Kemang (Gua Batu). Gua Kemang terletak pada Kampung Durintani Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Agar bisa sampai ke Gua Kemang ini, anda bisa memakai kendaraan motor pribadi maupun angkutan umum. Disana terdapat Gapura yang letaknya sangat sempurna ditepi jalan raya Medan menuju Berastagi. Gapura berguna membagikan lokasi Gua Kemang tadi.

Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe
Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe

Gua Kemang artinya sebongkah batu besar yang menempel di sebidang tanah luas, perladangan milik masyarakat sekitar. Berbentuk segitiga dan menggunakan pintu serta ruangan pada dalamnya. Berdasarkan cerita yang berkembang di rakyat lebih kurang, Gua kemang ini mempunyai cerita tersendiri. Yaitu Dahulu kala, terdapat sebuah perkampungan yang bernama Uruk Rambutan, begitulah warga sekitar menyebutnya. Hiduplah seorang kakek yang pekerjaan sehari-hari berladang. Saat dia melintasi hutan untuk membuka sebuah ladang baru, Kakek tersebut berpapasan dengan sesosok makhluk bertubuh mungil dengan kakinya yang terbalik ke belakang. Orang sekitarnya menyebutnya Umang. Dari bahasa Karo Umang berarti Jin atau Roh. Menurut warga yang pernah melihat, Roh tersebut mirip orang Bunian. Umang bertanya pada Kakek hendak kemana, Kakek pun menjawab “aku ingin menggarap sebuah ladang untuk menanam padi“. Umang pun memberikan bantuan pada Kakek tadi dengan syarat Kakek tadi tidak boleh membawa perempuan dan anak mungil. Kakek pun menyanggupi persyaratan tadi. Akhirnya Umang serta kawan-kawan sejenisnya turut membantu Kakek itu membuka ladang. Tepat 1 hari lahan kurang lebih tiga hektar itu pun sudah siap untuk ditanami.

Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe
Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe

Sebelum petang hari Kakek tersebut sudah balik ke rumahnya. Dia pun menceritakan pada Istrinya bahwa lahan tadi telah siap untuk ditanami. Oleh istri pun terkejut, bagaimana lahan seluas itu bisa siap dalam 1 hari. Keesokan harinya, Kakek pun berjalan menuju ladang tadi dengan membawa bibit padi. Umang pun murka terhadap Kakek sebab sudah melanggar janjinya bahwa tidak akan membawa seorangpun ke ladang tersebut, lahan yang telah siap untuk ditanami bibit sekarang berubah menjadi semak belukar. Kakek pun tak mengerti mengapa Umang murka kepadanya. Ternyata Kakek di ikuti oleh sang istrinya dari belakang karena curiga bagaimana bisa ladang tersebut selesai dalam 1 hari. Kakek pun murka besar, akan tetapi apa daya nasi telah menjadi bubur. Besoknya, Kakek kembali membuka hutan tadi. Selesainya selama berhari-hari akhirnya Kakek tersebut berhasil membersihkannya. Ketika itulah ditemukan batu besar yang diklaim Gua Kemang. Dan sampai ketika ini batu besar tadi di yakini warga sebagai rumah rumah para Umang.

Hingga saat ini di Gua tersebut, hanya memerlukan lebih kurang 1 Jam dari Kota Medan, lalu saat berada di simpangan yang terdapat sebuah Gapura, dilanjutkan lagi 1 Km ke dalam agar bisa sampai ke Gua Kemang tersebut. Akses jalan tidak beraspal lagi, karena telah rusak, tinggal jalan tanah serta jalan berbatu-batu. Selesainya sampai pada Pintu Gerbang Gua Kemang, anda wajib menaiki sekitar 62 anak tangga. Barulah anda akan sampai di depan Gua Kemang tadi. Gua Kemang berbentuk kerucut dengan lubang kecil berukuran kurang lebih 50×50 centimeter. Di sana ada ruangan sekitar 3 x 2 meter dengan ketinggian sekitar 60 centimeter. Suasana sepi akan menambah aroma gaib dan menakutkan pada tempat ini sehingga membuat tubuh merinding.

Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe
Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe

Gua ini telah lama ada, bahkan telah diresmikan oleh pemda sebagai Situs Cagar Budaya yang ada di Sumatera Utara. Namun, waktu aku berkunjung kesana, kawasan ini relatif sedikit semak serta banyak lumut di sekitar Gua Kemang. Daerah ini kurang menerima perhatian dari pemda, semoga saja gua kemang ini selalu terjaga bentuk serta kelestariannya.
Demikianlah artikel singkat ini tentang Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang pada Sembahe, semoga berguna.

Tag: Menelusuri Situs Budaya Gua Kemang di Sembahe

- Biar keren, masuk sini -
Duta Medanhttps://www.dutamedan.com
Duta Medan - Situs Informasi Online Teraktual dan Inspiratif di Medan Twitter: @DutaMedan Instagram: @DutaMedan Berikan komentar, tanggapan Anda terkait konten yang kami bagikan.
- biar keren, Pasang trus! -

Ayok Terhubung!

6,196FansSuka
15,448PengikutMengikuti
3PengikutMengikuti
942PengikutMengikuti
90PelangganBerlangganan

Baca Kawan!

Komunitas Sahabat Boy Rafli Gelar Lomba Cover Lagu Bertema Nasionalisme

DUTAMEDAN.COM - JAKARTA - Ikut memeriahkan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, komunitas Sahabat Boy Rafli (SBR) mengadakan Lomba Cover Lagu...
- cok kau pasangkan! -

Pertimbangan Sebelum Melakukan Perjalanan di Saat COVID-19

DUTAMEDAN.COM - NEW JERSEY, AS. Banyak negara berupaya mendorong warganya untuk melakukan wisata domestik untuk menggerakan perekonomian daerah. Tawaran paket...

Ribuan Pekerja Kapal Pesiar Masih Terdampar di Laut

DUTAMEDAN.COM - WASHINGTON DC, Operasional kapal pesiar menjelajah lautan telah terhenti sejak virus COVID-19 menjadi pandemi global Febuari lalu. Sejak saat itu sebagian...

Taman Pintar Science Corner Lengkapi Fasilitas Yogyakarta International Airport (YIA)

DUTAMEDAN.COM - YOGYAKARTA, Dibukanya kembali akses transportasi memungkinkan masyarakat untuk saling berkunjung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi. Bandara, terminal,...

Apa lagi cari,, kurang cukup?

Komunitas Sahabat Boy Rafli Gelar Lomba Cover Lagu Bertema Nasionalisme

DUTAMEDAN.COM - JAKARTA - Ikut memeriahkan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, komunitas Sahabat Boy Rafli (SBR) mengadakan Lomba Cover Lagu...

Pertimbangan Sebelum Melakukan Perjalanan di Saat COVID-19

DUTAMEDAN.COM - NEW JERSEY, AS. Banyak negara berupaya mendorong warganya untuk melakukan wisata domestik untuk menggerakan perekonomian daerah. Tawaran paket...

Ribuan Pekerja Kapal Pesiar Masih Terdampar di Laut

DUTAMEDAN.COM - WASHINGTON DC, Operasional kapal pesiar menjelajah lautan telah terhenti sejak virus COVID-19 menjadi pandemi global Febuari lalu. Sejak saat itu sebagian...

Taman Pintar Science Corner Lengkapi Fasilitas Yogyakarta International Airport (YIA)

DUTAMEDAN.COM - YOGYAKARTA, Dibukanya kembali akses transportasi memungkinkan masyarakat untuk saling berkunjung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi. Bandara, terminal,...

Labuan Bajo Perkuat Kualitas Layanan Jelang Asean Summit dan KTT G20

DUTAMEDAN.COM - JAKARTA, Labuan Bajo di NTT terus berbenah menuju kesiapan diri sebagai tuan rumah Asean Summit dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20...
- Brand mu disini, waduh mantap!-