DutaMedan.com – Kopi Kok Tong, Kedai Tertua di Pematang Siantar

Bagi Anda yang mau menikmati kuliner di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, jangan pernah melewatkan kedai kopi Kok Tong. Kedai kopi yang sudah ada sejak 1925 itu, didirikan pertama kali oleh Lim Tee Kek, lelaki berdarah Tiongkok. Kedai ini mudah dijumpai dan terletak di sekitar jalan Wahidin dan Surabaya, di pusat kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Utara setelah Medan ini. Cukup bertanya kedai Kok Tong, dijamin orang akan memberitahu tempatnya. Tim Sumut Invest yang sengaja menjambanginya, tidak kesulitan mencari alamatnya.

Kopi Kok Tong, Kedai Tertua di Kota Siantar
Kopi Kok Tong, Kedai Tertua di Kota Siantar

Sekarang Kedai kopi ini ditangani oleh generasi ketiga dari Lim Tee Kek yakni Paimin Halim atau sering dipanggil Aktiong (53). Sebelum Aktiong, usaha ini dijalankan oleh Lim Kok Tong, ayah Aktiong. Lim Kok Tong adalah anak dari Lim Tee Kek. Nama kedai Kok Tong diambil dari nama Lim Kok Tong. Kok Tong dalam bahasa Tiongkok memiliki arti ‘orang timur.’

Jika Anda berada di Kota Siantar, rasanya tidak lengkap tanpa menikmati rasa seruput kopinya.  Namun tidak usah kawatir, kini kedai kopi Kok Tong ini sudah mulai menasional. Di Siantar sendiri sudah ada tiga gerai kopinya. Selain di Siantar, kedai ini juga sudah ada di Medan, Padang Sidempuan, Sibolga, Pekanbaru, Bagan Batu (Riau) dan bahkan di Jakarta juga sudah ada.

Makin tua makin jadi, itulah perumpamaan yang pantas kita sematkan untuk kedai kopi tua ini.

Cita rasa kopi sejati Kok Tong ini menurut Paimin didapat dari biji kopi robusta yang banyak ditanam di dataran tinggi Simalungun. Biji kopi ini diolah secara klasik, manual, dan tanpa alat mesin. Kalau Anda memesannya, maka akan disuguhkan segelas kopi lengkap dengan gelas bermerek Kok Tong dan tanpa ampas. Rasanya kental, pekat dan rasa pahitnya nendang banget. Anda tinggal membubuhkan gula dan mengaduknya dan akan terlihat buih putih kecoklatan. Rasanya nikmat tiada tara. Benar-benar cita rasa robusta yang tiada duanya. Para penikmat dan pecandu kopi, harus mencoba kopi ini. Tapi entah mengapa nama kopi Kok Tong ini belum setenar kopi Sidikalang dan kopi Gayo. Pemerintah daerah setempat masih setengah hati membuat kopi ini menjadi ikon dari daerah yang berjarak 128 km dari Kota Medan.

Kopi Kok Tong, Kedai Tertua di Kota Siantar
Kopi Kok Tong, Kedai Tertua di Kota Siantar

Mengenai harga tak perlu takut. Segelas kopi Kok Tong hitam dibanderol seharga Rp 8.000 dan harga kopi susu Rp 12.000. Yang unik lagi di kedai ini adalah Anda harus membayar lebih dulu kopinya, baru bisa dilayani. Tidak seperti kedai lainnya, selesai minum baru bayar.

Bagi Anda yang tidak sempat minum di kedai ini, tersedia juga kopi Kok Tong bubuk yang sudah dikemas dalam kotak berbagai ukuran. Harganya juga gak mahal. Mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 40.000 per kotaknya. [SI/Raja]

+++
MedanBisnis – Siantar. Usaha kedai kopi Massa Kok Tong menambah satu outlet, di Jalan Surabaya, Kota Pematangsiantar dengan nama Lims Cafe, Rabu (28/12). Dengan penambahan ini, maka Massa Kok Tong sudah memiliki 4 oulet di Siantar, sebelumnya di Jalan Cipto (dua), dan Jalan Sutomo.
Pemilik Massa Kok Tong, Amin, mengatakan, Lims Cafe ini dilengkapi fasilitas TV kabel, hot spot internet, dan ruang bebas rokok. Menurutnya, sudah banyak pelanggan yang meminta, khusus kaum perempuan untuk fasilitas kafe seperti itu.

Amin menuturkan, tidak ada perbedaan ramuan dasar pada produk unggulan mereka di 4 outlet yang ia kelola. Cuma, di 2 oulet yang dibangun pertama tidak menjual makanan.

“Lims Cafe berharap bisa menciptakan penggemar kopi baru di Pematangsiantar,” ucap pria berkacamata ini.

Kopi Kok Tong, Kedai Tertua di Kota Siantar
Kopi Kok Tong, Kedai Tertua di Kota Siantar

Amin menambahkan, lokasi kafe ini berada di dekat sekolah dan kampus (Perguruan Sultan Agung). Artinya, banyak ibu-ibu yang mengantar anaknya sekolah, sehingga berkenan mampir.
Generasi ketiga pengelola Massa Kok Tong ini mengatakan, pihaknya tetap mengandalkan kopi resep racikan keluarganya. Kakek Amin saat remaja bermigrasi ke Singapura. Dari negeri singa ini ia bertolak ke Sibolga dan bekerja di sebuah kedai kopi milik kerabat.

Pada 1925, lelaki bermarga Lim ini membuka kedai kopi pertamanya di Jalan Cipto, Pematangsiantar dengan nama Heng Seng. Anak Lim, Kok Tong, mengganti nama usahanya itu menjadi Massa Kok Tong.

Saat ini, kedai kopi Massa Kok Tong membuka franchise di Medan. Bahkan rencananya sedang bersiap ekspansi ke Jakarta, Bagan Batu, Rantauprapat, dan Batam. (samsudin harahap)

++

Kedai Kopi “Massa” Kok Tong
Jl. Cipto 115, Pematang Siantar

Ini kedai yang paling legendaris. Mereka sudah ada sejak tahun 1925 dan sampai sekarang masih selalu dipenuhi pelanggan, tidak siang tidak malam. Parkirannya

Kopi di sini kental dan lezat. Termasuk es kopinya, yang langsung menjadi favorit Mr. A.

Kedai ini buka dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Dan di sinilah aku membeli beberapa kotak kopi bubuk untuk oleh-oleh.

Tag: Kopi Kok Tong, Kedai Tertua di Pematang Siantar

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.