Sepenggal Tentang Ghandi Fernando tentang Film Midnight Show

0
791
Sepenggal Tentang Ghandi Fernando tentang Film Midnight Show
Sepenggal Tentang Ghandi Fernando tentang Film Midnight Show

DUTAMEDAN.COM – Sepenggal Tentang Ghandi Fernando tentang Film Midnight Show, “Film ialah jendela wisata paling bertenaga di dunia,” kata Ghandi Fernando, Produser Film Midnight Show di jumpa pers di Kiss FM Jl. Cut Nyak Dien No.16 Medan, Senin (11/01). Pada jumpa pers tersebut, Gandhi menceritakan proses penggarapan film ke 4 berasal Renee Pictures yaitu Midnight Show. Film ini menceritakan ihwal tragedi penghilangan nyawa di dalam bioskop tua yang sedang menayangkan film kontroversial di tayangan tengah malam (Midnight Show) menjadi cerita yang menarik untuk di tonton Masyarakat Indonesia. Selain menjadi tokoh Juna pada film Midnight Show, Ghandi juga merangkap kiprah menjadi produser pada film ini.

Ghandi Fernando, Film Midnight ShowCreditFoto : Zakiyah Rizki Sihombing

Ghandi Fernando berperan menjadi Juna pada film tadi. Juna merupakan Pekerja bioskop tepatnya menjadi Projectionist yang memendam rasa kepada versus mainnya Acha Septriasa, yang kebetulan berperan sebagai Naya.

Film yang tayang 14 Januari 2016 ini merogoh lokasi syuting di wilayah Bogor serta Depok tepatnya pada bioskop yang sudah tidak beropersi lagi yaitu Bioskop Galaxy dan Bioskop Cimanggis menyimpan cerita sendiri. Misalnya, Ganindra Bimo yang berperan sebagai Tama di saat melakukan beberapa adegan datang-datang jatuh seperti ditarik dengan tarikan yang sangat bertenaga. Menurut gambaran Prima yang sekaligus seorang Psikolog, berkata bahwa Ganindra Bimo ditarik oleh segerombolan anak Playgroup.

Sepenggal Tentang Ghandi Fernando tentang Film Midnight Show

“Sebenarnya aku dari dulu mengagumi sosok Acha Septriasa yang sebagai karakter Naya di film Midnight Show. Saya mulai jatuh cinta kepada actingnya semenjak film pertama yaitu HEART . Jadi, aku memiliki keberanian yang relatif besar saat saya memberikan kiprah ini pada Acha,” jawabnya saat ditanya seputar proses pembuatan film Midnight Show.

Midnight Show adalah film Horror Thriller pertama Acha Septriasa. Awalnya Acha menolak untuk bermain di film ini, tetapi, sang produser Ghandi Fernando memberikan skrip cerita Midnight Show pada Acha. Mulanya Acha sedikit ragu karena Manager Acha yang mana mamanya sendiri menantang keras Acha buat bermain di film horor. Selesainya membaca skrip yang diberikan Gandhi Fernando, Acha mulai tertarik menggunakan ide ceritanya. Berdasarkan Acha film ini mempunyai cerita yang tidak selaras dari film horor Indonesia sebelumnya.

Uniknya lagi, Film yang mengambil latar cerita tahun 1998 ini artinya pengalaman langsung Ghandi Fernando lagu diangkat menjadi sebuah cerita jenius yang ditulis oleh Muhammad Hasan. Tahun 2007 Gandhi Fernando pernah menonton film horror di tayangan tengah malam serta lampu gedung bioskop seketika menghilang. Asal pengalaman langsung itulah Ghandi Fernando memperluas inspirasi ceritanya di satu film yang berdurasi 97 menit tadi.

Bagi Ghandi Fernando ini adalah pengalaman pertamanya dalam menggarap film horror yang menurutnya benar ‘Horror’. Tidak mirip film horror yang pernah dibuatya 4 tahun yang kemudian yaitu Tuyul: Part 2, pembuatan film ini sangat membuat bulu kuduk merinding. Awalnya Gandi Fernando tidak pernah percaya wacana hal mistis berasal dunia gaib karena ketika pembuatan film Tuyul semua keadaan bisa dibilang sangat bisa dikendalikan. Film Horror Thriller pertama Acha ini, membentuk Acha beberapa kali menjerit histeris karena mencicipi lebih dari sekali kontak batin dengan makhluk mistik yang iseng menghambat jalannya proses shooting.

Tidak hanya melakukan jumpa pers di Medan, Gandhi Fernando bersama Team Midnight Show juga melakukan roadshow ke beberapa kota di Indonesia salah satunya di daerah Bawbaw di Sulawesi Tenggara. Medan juga sebagai salah satu dari 3 kota yaitu Jakarta, Bandung serta Medan yang dipilih Gandhi Fernando buat Premiere film Midnight Show.

Pers yang dihadiri sang beberapa rekan media seperti Tribun Medan, Medan bisnis, Tauko Tembung, Persma Pijar, Star FM, I-Radio, Kover Magazine sebagai salah satu tempat dimana tolak ukur perfilman khususnya di Kota Medan. Medan memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk penjualan Ticketing film khususnya film dalam negeri. Ghandi pula bercerita pada sahabat-teman Media dalam Pers yang dilaksanakan di Radio Kiss FM Medan, bahwa apreasiasi anak medan terhadap perfilman wajib diacungkan jempol.

Tidak hanya melakukan jumpa pers, Gandhi Fernando juga melaksanakan ajang nonton bersama sekaligus Premiere film ke-empatnya pada Hermes XXI Polonia Medan pada hari yang sama. Ajang nonton bersama tidak hanya menjadi tempat silahturahmi komunitas media di Medan, namun jua menjadi pembuktian bagi  penonton tentang apa yang sudah diceritakannya pada sahabat-sahabat media di jumpa pers siang harinya. Terbukti waktu film sudah selesai, Gandhi Fernando diberikan tepuk tangan yang luar biasa dari penonton di studio 1 Hermes XXI .

Tag: Sepenggal Tentang Ghandi Fernando tentang Film Midnight Show

Advertisements