- Advertisement -
Beranda Media Informasi Terkini Taman Wisata Alam Sicike-Cike

Taman Wisata Alam Sicike-Cike

- taro disini iklan Mu -

DUTAMEDAN.COM – Taman Wisata Alam Sicike-Cike, Ada tiga Danau di Taman Wisata Alam Sicike-cike, Surga Anggrek terpencil. Di Sumatera Utara ada beberapa danau. Diantaranya paling terkenal adalah Danau Toba. Siapa yang tak mengenal danau yang satu ini. Danau Toba merupakan Danau yang paling besar di Indonesia. Bahkan danau toba terkenal sampai mancanegara.

Nah kali ini akan kami bahas tentang taman wisata alam sicike-cike yang dimana masih banyak orang penasaran dengan wisata alam ini, berikut adalah ulasannya.

Taman Wisata Alam Sicike-Cike

Akan tetapi selain Danau Toba, Sumatera Utara mempunyai beberapa danau yang cantik seperti Danau Siais, Danau Lau Kawar dan tak ketinggalan pula Tiga Danau di Taman Wisata Alam Sicike-cike yang sangat indah dan keren topografinya. Anda akan merasa beruntung ketika telah menjejaki Taman Wisata Alam indah yang satu ini. Taman Wisata Alam Sicike-sike, surga anggrek yang tersudut, dan terpencil dikarenakan masih banyak orang yang belum kenal dengan tempat yang indah ini.

Taman Wisata Alam Sicike-Cike

Tiga Danau di taman wisata alam (TWA) Sicike-cike yang terletak di Kabupaten Dairi Simalungun adalah sebuah rawa dengan dataran tinggi mencapai luas sekitar 575 hektar. Perjalanan ditempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan kendaraan Bus Sinabung. Adapun, rute (jalan) yang akan dilewati adalah Kota Medan – Berastagi – Kabanjahe – Merek – Sumbul – Taman Wisata Iman – Bangun – Desa Laehole II. Nah setelah Anda sampai, Sekitar 112 jenis anggrek akan terlihat pada ketiga danau tersebut. Penduduk sering sekali masuk ke dalam hutan untuk mengambil beberapa petik anggrek dijadikan sebagai ramuan obat.

Taman Wisata Alam Sicike-cike termasuk Desa Pancar Nuli, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, di Propinsi Sumatera Utara. Dan umumnya keadaan topografi lapangan taman wisata alam Sicike-cike sebagian diantaranya bergelombang berat dan bergelombang sedang dan juga ringan, dengan ketinggian 1.500-2.000 m dpl.

Keadaan di taman wisata alam Sicike-cike merupakan hutan hujan tropis pegunungan dengan beragam jenis tumbuhan antara lain : Kemenyan (Styrax benzoin), Samponus bunga (Dacrydium junghuhnii), Kecing (Quercus sp) dan juga Haundolok (Eugenia sp). Beberapa jenis satwa dapat dijumpai seperti Kambing hutan, Beruang madu, Harimau, Rusa dan Babi hutan.

Di balik keadaan alam tersendiri dan sangat potensial sebagai tempat wisata,  sicike-cike juga terdapat beberapa objek yang dapat Anda nikmati, yaitu seperti : keindahan air danau, gejala yang di timbulkan oleh alam dan sebagainya. Beberapa kegiatan berwisata yang dapat Andad lakukan antara lain adalah melintasi alam, berkemah dan foto hunting. Hutan alam di Wisata Sicike-cike terkenal dengan potensi flora dan fauna dan bisa dijadikan sebagai uji laboratorium penelitian hutan.

Dengan adanya kawasan ini, memberikan dampak baik bagi penduduk sebagai sumber air resapan, Jika dikembangkan akan menjadi objek wisata yang sangat potensial pada masa mendatang. Kawasan sicike-cike mempunyai 3 buah danau yang saling berdekatan dan keadaan airnya tetap stabil. Konon katanya, menurut para legenda, Dahulunya adalah 3 buah desa yang telah berubah menjadi danau akibat kutukan dari seorang ibu terhadap anaknya yang durhaka kepada orangtua.

Taman Wisata Alam Sicike-Cike

Berikut ini akan dijelaskan kutipan dari pemberitaan di salah satu media;

Siapa sangka ya, selain Danau Toba dan juga Brastagi yang selalu dibicarakan sebagai pusat berwisata di kawasan Sumatera Utara (Sumut), dan ternyata di kawasan ini terdapat banyak lokasi wisata lain. Hal itu telah diungkapkan oleh Evansus Manalu, staff sub bagian data evaluasi serta pelaporan dan bagian Humas Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Sumut, Selasa (2/10) di Medan.

Kawan lain yang terdapat di Danau Toba adalah taman wisata alam Sicike-cike, yang secara umum tempat ini berada di Dusun Pancur Nauli, Desa Lae Hole II, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, yang dimana tempat ini tak kalah bersaing dengan tempat wisata lainnya. Tangkas Evansus Manalu.

Tempatnya wisata terpencil yaitu di sebelah utara dan selatan berbatasan diantara hutan lindung Adian Tinjoan, tepat sebelah timur berbatasan dengan Desal Lae Hole II Pancur Nauli dan di sebelah barat berbatasan pula dengan hutan lindung Adian Tinjoan Kecamatan Kerajaan. Sehingga membuat banyak pihak beranggapan kawasan taman sicike-cike termasuk dalam wilayah tahap konservasi. Ungkap Kembali Evansus Manalu

Bagi Anda yang berminat berwisata ke lokasi ini, dari Kota Medan dapat ditempuh sejauh 170 km dengan lama perjalanan sekitar 3,5 jam, dengan rute Medan – Brastagi – Bangun – Pancur Nauli – dan tibalah Anda di Sicike-cike.

Terdapat potensi fauna di wisata alam ini seperti beberapa binatang asli Sumut yaitu: burung enggang, Siamang, itik liar, musang dan sangat banyak dijumpai bersamaan dengan jenis-jenis fauna lainnya layaknya serangga dan kupu-kupu berbagai motif dan warna.

“Sementara keindahan wisata, sungai Lae Pandaro memiliki kapasitas air yang cokelat serta udara yang sejuk adalah sambutan pertama Anda saat mencapai pintu masuk di kawasan ini. Namun dalam hal keunikan wisata ini, terdapat tiga buah danau yang airnya tidak pernah bertambah maupun berkurang pada musim kemarau ataupun penghujan,” ungkap Evan.

Tag: Taman Wisata Alam Sicike-Cike

- Biar keren, masuk sini -
Duta Medanhttps://www.dutamedan.com
Duta Medan - Situs Informasi Online Teraktual dan Inspiratif di Medan Twitter: @DutaMedan Instagram: @DutaMedan Berikan komentar, tanggapan Anda terkait konten yang kami bagikan.
- biar keren, Pasang trus! -

Ayok Terhubung!

6,196FansSuka
15,448PengikutMengikuti
3PengikutMengikuti
942PengikutMengikuti
90PelangganBerlangganan

Baca Kawan!

Melongok ‘Living Museum‘ Kampoeng Ketandan Yogyakarta

DUTAMEDAN.COM - YOGYAKARTA, Di halaman Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ada prasasti, sedangkan di pusat kota Yogyakarta ada Gapura. Keduanya, merupakan tonggak sejarah yang menunjukkan,...
- cok kau pasangkan! -

Meriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

DUTAMEDAN.COM - JAKARTA, Berbagai acara hiburan dan lomba sebelum ataupun sesudah peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia digelar secara virtual untuk memeriahkan HUT...

Komunitas Sahabat Boy Rafli Gelar Lomba Cover Lagu Bertema Nasionalisme

DUTAMEDAN.COM - JAKARTA - Ikut memeriahkan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, komunitas Sahabat Boy Rafli (SBR) mengadakan Lomba Cover Lagu...

Pertimbangan Sebelum Melakukan Perjalanan di Saat COVID-19

DUTAMEDAN.COM - NEW JERSEY, AS. Banyak negara berupaya mendorong warganya untuk melakukan wisata domestik untuk menggerakan perekonomian daerah. Tawaran paket...

Apa lagi cari,, kurang cukup?

Melongok ‘Living Museum‘ Kampoeng Ketandan Yogyakarta

DUTAMEDAN.COM - YOGYAKARTA, Di halaman Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ada prasasti, sedangkan di pusat kota Yogyakarta ada Gapura. Keduanya, merupakan tonggak sejarah yang menunjukkan,...

Meriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

DUTAMEDAN.COM - JAKARTA, Berbagai acara hiburan dan lomba sebelum ataupun sesudah peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia digelar secara virtual untuk memeriahkan HUT...

Komunitas Sahabat Boy Rafli Gelar Lomba Cover Lagu Bertema Nasionalisme

DUTAMEDAN.COM - JAKARTA - Ikut memeriahkan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, komunitas Sahabat Boy Rafli (SBR) mengadakan Lomba Cover Lagu...

Pertimbangan Sebelum Melakukan Perjalanan di Saat COVID-19

DUTAMEDAN.COM - NEW JERSEY, AS. Banyak negara berupaya mendorong warganya untuk melakukan wisata domestik untuk menggerakan perekonomian daerah. Tawaran paket...

Ribuan Pekerja Kapal Pesiar Masih Terdampar di Laut

DUTAMEDAN.COM - WASHINGTON DC, Operasional kapal pesiar menjelajah lautan telah terhenti sejak virus COVID-19 menjadi pandemi global Febuari lalu. Sejak saat itu sebagian...
- Brand mu disini, waduh mantap!-